KabarBaik.co – Skizofrenia masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan jiwa di Kabupaten Kediri. Namun keberadaan posyandu jiwa di puskesmas-puskesmas dinilai efektif sebagai garda depan dalam memantau kondisi pasien sekaligus mencegah kekambuhan.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Bambang Triyono Putro menyebut bahwa posyandu jiwa memiliki peran vital. Tidak hanya memastikan pasien rutin minum obat, tetapi juga memberikan ruang aktivitas agar mereka tetap produktif.
“Kalau pasien tidak datang kontrol, petugas akan melakukan kunjungan rumah. Di posyandu jiwa juga ada terapi aktivitas, jadi pasien tidak hanya diam di rumah. Ini penting untuk menekan risiko kambuh,” jelas Bambang, Rabu (27/8).
Selain pengobatan medis, posyandu jiwa menghadirkan pendekatan sosial melalui berbagai kegiatan, mulai dari terapi keterampilan hingga pendampingan keluarga. Dukungan lingkungan sekitar pun menjadi bagian penting agar pasien bisa kembali percaya diri dan berdaya.
“Kalau pasien hanya melamun tanpa kegiatan, risikonya tinggi untuk kambuh. Posyandu jiwa membantu menjaga pasien tetap aktif, sekaligus jadi sarana edukasi bagi keluarga,” tambahnya.
Dinkes Kediri juga menggandeng Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBR) di Kecamatan Kras untuk memperluas jangkauan layanan. Di sana, pasien mendapat terapi keterampilan seperti membuat keset dan sapu, yang bermanfaat untuk melatih konsentrasi sekaligus memberi rasa produktif.
Bambang menegaskan, skizofrenia bukan akhir dari segalanya. Meski membutuhkan pengobatan jangka panjang, pasien bisa tetap stabil selama ada kontrol rutin, aktivitas yang terarah, dan dukungan penuh dari keluarga maupun komunitas.
“Posyandu jiwa adalah ujung tombak. Dari sini kita bisa pantau kondisi pasien sekaligus menjaga kualitas hidup mereka tetap baik, pungkasnya. (*)






