KabarBaik.co, Gresik, – Bukan sekadar laga biasa, Minggu sore (2/1) ini, pukul 16.00 WIB, GOR Tri Dharma diprediksi akan berubah menjadi Gresik Thunder Dome. Dalam duel bertajuk The Great Shift, Surabaya Samator membawa misi untuk dapat mengkudeta Jakarta Bhayangkara Presisi dari posisi runner-up klasemen sementara Proliga 2026.
Laga tersebut sekaligus panggung pembuktian siapa yang paling berhak menyandang status penguasa di tanah “Majapahit” Jawa Timur. Surabaya Samator datang dengan kepercayaan diri meluap usai melumat Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-17, 25-19, 25-23 pada laga pembuka di seri Gresik, Kamis (29/1) lalu.
Sebaliknya, sang juara bertahan Bhayangkara Presisi sedang dalam kondisi terluka. Luka itu menganga lebar setelah secara mengejutkan mereka tumbang di tangan tim remaja, Jakarta Garuda Jaya, pada pekan ketiga di Bandung lalu.
Ironi menarik tercipta di sini: Surabaya Samator sukses melibas tim yang justru mampu mempermalukan Bhayangkara Presisi. Fakta ini menjadi indikator kuat bagi publik untuk percaya bahwa “pergeseran takhta” sedang terjadi. Jika Samator mampu mengamankan kemenangan sore ini, Nizar Julfikar dan kolega dipastikan harus turun takhta dari posisi kedua klasemen, memberikan jalan bagi skuad muda Samator untuk melesat naik.
Secara teknis, Samator akan mengandalkan energi eksplosif dari “senjata rahasia” mereka, Jordan Michael Imanuel, yang kini menjadi duet maut bagi sang mesin poin Rama Fazza Fauzan. Dengan distribusi bola dari Lyvan Taboada yang semakin matang, Samator diprediksi akan membombardir pertahanan Bhayangkara dengan serangan bertubi-tubi layaknya ombak yang menghantam karang.
Di sisi lain, Bhayangkara Presisi yang dihuni veteran seperti Rendy Tamamilang dan duet middle blocker Yuda-Hernanda, harus mampu meredam “teror” dari tribun GOR Tri Dharma. Jika mereka kembali terjebak dalam ritme permainan lambat dan sering melakukan kesalahan sendiri seperti di Bandung, maka “vandalisme juara” benar-benar akan terjadi di depan mata pendukung fanatik tim legenda Jawa Timur itu.
Prediksi skor pun kini bergerak liar. Dengan motivasi mengkudeta posisi runner-up dan modal kemenangan telak di laga sebelumnya, Surabaya Samator memiliki peluang besar untuk memaksa Bhayangkara Presisi bertekuk lutut dalam drama lima set 3-2. Sebaliknya, Bhayangkara hanya bisa pulang dengan kepala tegak jika mereka mampu mematikan riuh rendah para penonton sejak set pertama dan menang meyakinkan 3-1.
Yang jelas, sore ini, GOR Tri Dharma akan menjadi saksi: apakah kematangan mental sang juara bertahan masih cukup tangguh menahan gempuran, ataukah takdir sudah menuliskan bahwa hari ini adalah hari di mana takhta itu berpindah tangan dalam drama The Great Shift. (*)






