KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat merespons sorotan publik terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial.
Satgas MBG melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Umbulsari untuk memastikan standar kelayakan konsumsi bagi anak sekolah terjaga.
Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman serta tim Satgas MBG tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dalam inspeksi tersebut, Pj. Sekda mengakui adanya celah dalam pengendalian mutu bahan pangan, khususnya pada menu tempe yang dikeluhkan beraroma asam.
“Pihak SPPG mengakui sebagian tempe kualitasnya kurang layak. Meski sebagian sudah disisihkan, faktanya masih ada yang lolos distribusi ke sekolah. Inilah yang memicu keluhan,” ujar Helmi, Minggu (1/2).
Sebagai solusi jangka pendek dan panjang, Pemkab Jember akan melakukan pembinaan rutin yang melibatkan berbagai unsur.
“Yang jelas mulai dari tenaga ahli, keamanan dan agar lebih profesional lagi,” katanya.
Helmi juga menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar inspeksi mendadak, melainkan upaya pembinaan agar quality control (QC) dilakukan secara ketat sejak pemilihan bahan hingga penyajian di meja siswa.
Pengawasan ketat ini sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan regulasi Permendagri. Pemkab Jember kini memiliki akses penuh untuk masuk dan mengawasi jalannya program di setiap SPPG.
“Pengawasan ini wajib. Ini bukan sekadar urusan administrasi, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” tegas Helmi.
Ke depan, koordinasi antara Satgas Kabupaten dan Kecamatan akan diperkuat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, sekaligus mendorong transparansi dan keterbukaan pihak SPPG terhadap masukan masyarakat.(*)






