Hapus Stigma Politik, Komunitas Gelora Juang Belajar Langsung di DPRD Surabaya

oleh -62 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 14 at 5.21.25 PM
Ketua Fraksi PDIP-PAN DPRD kota Surabaya Budi Leksono saat berdiskusi dengan Komunitas Gelora Juang Surabaya (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Upaya mengenalkan dunia politik secara nyata kepada generasi muda dilakukan Komunitas Gelora Juang Surabaya yang berkunjung ke Gedung DPRD Surabaya, Selasa (14/7). Rombongan anak muda ini diterima langsung Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, dalam sesi dialog terbuka.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang diskusi mendalam mengenai fungsi, tugas, hingga dinamika pengambilan kebijakan di lembaga legislatif. Para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan mulai dari proses menjadi anggota dewan, peran partai politik, hingga tantangan seorang pemimpin memperjuangkan kepentingan rakyat.

Budi Leksono yang akrab disapa Buleks menegaskan DPRD adalah lembaga yang terbuka bagi siapa saja, termasuk kaum muda yang ingin memahami proses politik secara langsung.

“Di dalam gedung dewan ini kita terbuka, tidak ada yang ditutupi. Teman-teman sangat antusias. Kami jelaskan kinerja, karya dewan, peraturan daerah yang dihasilkan, hingga cara masuk organisasi, partai politik, dan kriteria pemimpin,” ujarnya.

Menurutnya, keterbukaan ini penting untuk meluruskan pandangan yang keliru serta menghapus stigma negatif yang melekat pada lembaga legislatif. Ia menjelaskan setiap kebijakan yang diambil harus menyeimbangkan berbagai kepentingan, sehingga tidak bisa dinilai hanya dari satu sisi.

“Masyarakat sering melihat hanya dari sudut pandang tertentu. Padahal dewan harus bijak mempertimbangkan segala aspek. Tidak semua dewan itu buruk,” jelasnya.

Buleks juga mendorong Komunitas Gelora Juang terus berkembang dan menyebarkan pemahaman bahwa politik adalah pengabdian, bukan sekadar kekuasaan. “Anak muda perlu diberi motivasi memahami bagaimana kebijakan dibuat dan menyeimbangkan kepentingan masyarakat dengan investasi,” tambahnya.

Sementara itu, Pendiri Komunitas Gelora Juang, Sultan W. Rabbani atau Dhani, mengungkapkan komunitas ini lahir dari kegelisahan anak muda yang ingin belajar politik lewat praktik, bukan hanya teori. Gagasan ini bermula dari diskusi di warung kopi, didasari pengalamannya berorganisasi di GMNI dan menjadi simpatisan Taruna Merah Putih.

“Kami ingin belajar berdialog langsung dengan pengambil kebijakan. Beruntung kami bisa bertemu Pak Budi Leksono,” ujar Dhani.

Ia menekankan pendidikan politik bagi pemuda harus berorientasi pada pengabdian, bukan kepentingan pribadi. “Politik bukan hanya teori, tapi bagaimana memperjuangkan rakyat. Kita harus berperan aktif, jangan hanya baperan,” tegasnya.

Dhani berharap komunitas yang dirintis dari rumahnya di kawasan Kertajaya ini menjadi ruang belajar politik yang sehat. Ia pun mengajak anak muda Surabaya untuk tidak ragu terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pesan saya cuma satu: ojo wedi, tetap memasyarakat, wani, dan terus belajar berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.