Prihatin Darurat Gagal Ginjal 2025, Anggota TNI AL di Sidoarjo Tanam Kumis Kucing untuk Kesehatan

oleh -120 Dilihat
Tim HerbaRoso saat panen kumis kucing untuk teh. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Tim HerbaRoso saat panen kumis kucing untuk teh. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Keprihatinan terhadap persoalan gagal ginjal yang sempat menjadi perhatian serius di Indonesia pada 2025 mendorong Herwanto, 47, warga Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, mencari cara sederhana untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat. Anggota TNI AL yang bertugas sebagai tenaga kesehatan kapal selam Ujung, Surabaya, itu memilih memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman kumis kucing.

Bagi Herwanto, pekarangan rumah tidak seharusnya dibiarkan kosong. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman herbal yang memiliki potensi mendukung kesehatan, salah satunya kumis kucing.

Herwanto sendiri baru menekuni budidaya kumis kucing sekitar satu tahun terakhir. Dari ketertarikannya tersebut, ia kemudian mengembangkan budidaya tanaman kumis kucing di Sidoarjo melalui usaha yang diberi nama HerbaRoso. Pengembangan ini menjadi salah satu upaya awal budidaya dan pemanfaatan kumis kucing di Sidoarjo.

“Awalnya kami prihatin dengan kondisi kesehatan masyarakat, terutama persoalan gagal ginjal yang sempat menjadi perhatian pada 2025. Dari situ kami berpikir bagaimana pekarangan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang memiliki manfaat bagi kesehatan,” ujar Herwanto kepada KabarBaik.co, Sabtu (8/8).

Tanaman kumis kucing yang telah dipanen tidak langsung dikemas. Ada sejumlah tahapan yang dilakukan sebelum menjadi produk teh herbal. Daun dan batang muda yang dipanen terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian dijemur hingga kering. Setelah proses pengeringan selesai, tanaman tersebut kemudian dikemas untuk siap diolah dan dikonsumsi sebagai teh herbal.

Herwanto menjelaskan, kumis kucing secara tradisional dikenal memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih. Namun, konsumsi herbal tetap bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis, terutama bagi masyarakat yang memiliki keluhan atau penyakit tertentu.

“Harapannya masyarakat bisa melihat pekarangan bukan hanya sebagai lahan kosong. Kalau bisa dimanfaatkan untuk tanaman herbal seperti kumis kucing, setidaknya kita bisa lebih mengenal dan memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar untuk mendukung kesehatan,” katanya.

Kini, lahan yang sebelumnya hanya menjadi pekarangan dimanfaatkan untuk membudidayakan kumis kucing. Dari langkah yang baru ditekuni selama setahun ini, Herwanto berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk tanaman herbal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.