KabarBaik.co – Kabar gembira datang dari Kabupaten Trenggalek, dimana produksi ikan budidaya menunjukkan peningkatan pada akhir April 2024. Data Dinas Perikanan Trenggalek menunjukkan kenaikan sebesar 0,26 dibandingkan periode yang sama tahun 2023, dengan total produksi mencapai 1.415,16 ton.
Kepala Dinas Perikanan Trenggalek, Cusi Kurniawati menyebutkan, komoditas unggulan yang berkontribusi besar dalam peningkatan ini adalah ikan lele, gurami, dan patin. “Ketiga jenis ikan ini paling banyak dibudidayakan oleh petani ikan di Trenggalek sehingga produksi kian meningkat,” jelasnya, Minggu (14/7).
Meskipun mengalami peningkatan produksi, lanjut Cusi, pembudidaya ikan di Trenggalek tetap menghadapi tantangan, yaitu penyakit yang sering muncul di musim kemarau. Fluktuasi suhu yang tinggi pada musim ini dapat menyebabkan penyakit jamur dan bakteri Aeromonas (cacar ikan) pada ikan budidaya.
Dinas Perikanan Trenggalek tidak tinggal diam. Mereka juga aktif memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada para pembudidaya ikan.
“Sudah beberapa bantuan kami berikan seperti kepada para pembudidaya ikan, seperti terpal, benih ikan, pakan, peralatan penunjang, dan obat-obatan. Bantuan ini kami berikan setiap tahun untuk membantu pembudidaya ikan mengatasi berbagai permasalahan, terutama saat musim kemarau” ungkapnya.
Selain bantuan fisik , Dinas Perikanan juga berfokus pada peningkatan kualitas SDM pembudidaya ikan. Mereka melakukan pembinaan, pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis.
“Salah satu inovasi yang sudah kami lakukan adalah pelatihan berbasis web untuk monitoring kualitas air kolam, penggunaan obat ikan kimia dan bahan biologi, serta pengendalian hama dan penyakit ikan. Website ini diharapkan dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup ikan budidaya,” ujar Cusi.
Dinas Perikanan Trenggalek berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi ikan budidaya dan menjaga kesehatan ikan agar tetap optimal. Mereka berharap program-program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. (*)






