Produksi Terjun Bebas, Kenduri Durian Wonosalam Jombang 2026 Ditiadakan

oleh -81 Dilihat
Kenduri Durian di Wonosalam tahun ini ditiadakan (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Agenda tahunan Kenduri Durian (KenDuren) di Wonosalam, Jombang, resmi ditiadakan pada 2026. Keputusan ini diambil setelah produksi durian lokal anjlok drastis akibat faktor cuaca.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Hartono mengatakan pembatalan tersebut berdasarkan laporan para kepala desa se-Kecamatan Wonosalam terkait kondisi panen yang merosot tajam.

“Dengan berat hati kami sampaikan bahwa Kenduri Durian Wonosalam tahun ini ditiadakan. Produksi durian mengalami penurunan signifikan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, karena dampak cuaca,” ujar Hartono dalam keterangannya, Jumat (21/2).

Menurutnya, tren penurunan sudah terjadi sejak tahun lalu. Pada 2025, produksi durian turun sekitar 50 persen. Sementara tahun ini, hasil panen kembali merosot hingga tersisa sekitar 20 persen dari kondisi normal.

“Kalau tahun lalu itu sudah turun 50 persen, saat ini turun lagi hingga tinggal sekitar 20 persen,” katanya.

Hartono menambahkan para kepala desa telah berkoordinasi dengan Bupati Jombang, Warsubi, untuk menyampaikan kondisi gagal panen yang dialami petani durian.

Sempat muncul wacana mendatangkan durian dari luar daerah agar acara tetap digelar. Namun, rencana tersebut ditolak masyarakat dan para petani karena dinilai bisa mengurangi nilai khas durian Wonosalam.

“Kalau dipaksakan dengan membeli durian dari luar, itu justru akan mengurangi nilai dan kualitas durian Wonosalam sendiri. Masyarakat dan petani tidak menghendaki hal itu,” jelasnya.

Selain jumlah terbatas, kualitas buah juga belum dapat dipastikan optimal akibat cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini dinilai berisiko mengecewakan pengunjung jika acara tetap dilaksanakan.

Berdasarkan kesepakatan para kepala desa se-Kecamatan Wonosalam, agenda yang selama ini menjadi simbol promosi wisata Jombang itu akhirnya diputuskan untuk tidak digelar tahun ini.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Daripada nanti hasilnya tidak maksimal dan mengecewakan pengunjung,” pungkas Hartono.

Sebelumnya telah diberitakan, salah satu petani durian asal Desa Sambirejo, Wonosalam , Jombang Agus Arminto, menyebut peluang digelarnya Kenduri Durian tahun ini sangat kecil. Ia memperkirakan sekitar 90 persen kemungkinan acara tersebut tidak terlaksana karena mayoritas petani mengalami gagal panen.

“Melihat kondisi sekarang, kemungkinan besar tidak ada kenduri. Produksi buah menurun drastis,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.