Program Ayam Petelur Mandiri Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Bojonegoro

oleh -739 Dilihat
IMG 20250612 WA0009
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi peluncuran program Gayatri di Balai Desa Gayam. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong pengentasan kemiskinan melalui program unggulan Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Program ini melibatkan berbagai pihak dan mendapat dukungan dari industri hulu migas, salah satunya dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas.

Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), EMCL menggulirkan inisiatif beternak ayam petelur bagi keluarga pra-sejahtera produktif di wilayah operasinya. Program ini bahkan menjadi yang pertama diluncurkan sebelum program serupa lainnya dari pemerintah daerah.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasinya saat peluncuran program di Balai Desa Gayam. Ia menyebut inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi desa dan pihak lain yang belum memulai.

“Karena ini yang pertama memulai, saya rasa bisa dijadikan percontohan. Yang lain bisa belajar dari sini. Nanti ada evaluasi, dari situ kita bisa belajar bersama,” ujar Bupati Wahono, Kamis (12/6).

Bupati Wahono menekankan pentingnya dukungan seluruh jajaran pemerintah dan kolaborasi antar pihak untuk memastikan manfaat program berkelanjutan dan tepat sasaran. Bupati Wahono yakin jika satu keluarga berhasil, maka lainnya akan ikut termotivasi.

Dalam program ini, EMCL mempercayakan pemeliharaan ayam petelur kepada 400 keluarga pra-sejahtera produktif dari 16 desa di 3 kecamatan sekitar wilayah operasi mereka. Secara bertahap, 21.600 ekor ayam petelur akan dibagikan. Setiap keluarga menerima 54 ayam petelur, kandang, dan pakan.

Mereka juga mendapat pendampingan teknis dari lima lembaga mitra yakni Lima 2B, LSM Gemuruh, Alas Institute, Bappeka, dan PIB Bojonegoro. Selama lima bulan, mitra akan memastikan peserta memiliki keterampilan merawat ayam serta membantu pengembangan rantai pasok pakan dan pemasaran telur.

Keluarga penerima diminta menyediakan rangka atap kandang, sementara bahan atap disediakan oleh program. Lokasi kandang disesuaikan dengan lahan masing-masing, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan dan lingkungan.

Program ini merupakan bagian dari kontribusi lebih besar industri migas terhadap pembangunan Bojonegoro. EMCL sebagai operator Proyek Banyu Urip bersama SKK Migas mencatatkan kontribusi pendapatan negara lebih dari US$34,5 miliar (sekitar Rp579 triliun) hingga 2024—lebih dari 10 kali lipat nilai investasinya.

Sebagian besar dari pendapatan tersebut mengalir dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) Migas ke daerah, yang menyumbang sekitar 40% dari APBD Bojonegoro. Selain itu, EMCL juga menjadi penyumbang pajak badan terbesar menurut KPP Pratama Bojonegoro.

“Di samping kontribusi ExxonMobil pada pendapatan DBH Migas dan pajak yang menjadi salah satu motor penggerak pembangunan di Bojonegoro, program ayam petelur ini merupakan wujud nyata sinergi Pemerintah dan masyarakat dengan EMCL dalam membantu mendukung program penyejahteraan masyarakat di Bojonegoro,” kata Muhammad Nurdin, Senior Vice President EMCL.

EMCL juga berkomitmen mendukung bidang pendidikan, kesehatan, UMKM, pertanian, dan nelayan, sebagai bagian dari strategi meningkatkan kemandirian ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala Desa Gayam, Winto, menyambut baik dimulainya program di wilayahnya. Ia menilai program ini sejalan dengan visi desa dalam memberdayakan masyarakat. “Kami akan kawal agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Kami yakin Gayatri akan memberi manfaat besar bagi warga kami,” katanya.

Sutrisno, salah satu penerima manfaat dari Desa Gayam, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menilai beternak ayam petelur tidak sulit dan hasilnya sangat menjanjikan. “Ayamnya mudah dirawat. InsyaAllah akan berkembang. Jual telurnya, jangan ayamnya,” tuturnya sembari tersenyum.

Program Gayatri, dengan kolaborasi multipihak, diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Bojonegoro secara berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.