KabarBaik.co, Jember – Rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli kini memasuki babak baru pasca kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo ke Kabupaten Jember.
Dalam pertemuan strategis bersama Bupati Jember Gus Fawait fokus utama pembahasan tertuju pada urgensi infrastruktur guna mendukung percepatan industrialisasi daerah.
Menteri PU menekankan bahwa meskipun manajemen lalu lintas saat ini masih bisa menangani simpang Mangli, pertumbuhan industri Jember menuntut solusi permanen.
“Kemacetan di atas flyover jauh lebih berisiko dibanding di jalan biasa. Kita harus membangun dengan perhitungan masa depan agar tidak bongkar pasang,” jelas Dody, Senin (28/2).
Ia mengungkapan ada poin-poin utama rencana pembangunan tersebut seperti spesifikasi teknis, Flyover direncanakan sepanjang 1,1 kilometer dengan estimasi anggaran mencapai Rp 700–Rp 800 miliar.
Selain itu pihaknya menyarankan pembangunan langsung mencakup empat jalur. Hal ini untuk memastikan efektivitas infrastruktur hingga 20 tahun ke depan, menghindari risiko kepadatan ulang dalam waktu singkat.
“Yang terakhir terget lelaksanaan, pembangunan ditargetkan mulai pada 2026 dengan masa pengerjaan sekitar tiga tahun. Namun, pemerintah mengupayakan dua jalur awal dapat fungsional lebih cepat,” jelasnta.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa proyek ini adalah kunci menarik investor.
Ia menyebut pembangunan flyover bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kesiapan Jember menatap masa depan sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, pembangunan flyover Mangli diharapkan menjadi tonggak baru transformasi infrastruktur Jember dan mengurai simpul kemacetan hari ini, sekaligus menyiapkan jalur pertumbuhan bagi generasi mendatang.
“Industrialisasi mustahil berjalan tanpa dukungan logistik yang lancar. Flyover Mangli bukan sekadar jalan, tapi simbol kesiapan Jember menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya. (*)








