KabarBaik.co – Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kabupaten Pasuruan tengah dikebut. Ditargetkan pekerjaan rampung sebelum pertengahan bulan ini. Namun, upaya percepatan itu berdampak pada penutupan beberapa ruas jalan yang dinilai rawan mengganggu arus kendaraan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Pasuruan langsung turun tangan melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik vital. Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung percepatan proyek strategis daerah.
“Kami maksimalkan rekayasa arus agar masyarakat tetap bisa melintas dengan aman. Prinsipnya pekerjaan jalan tetap berjalan, tapi arus lalu lintas juga harus tertib dan tidak crowded,” kata Derie, Jumat (12/12).
Salah satu titik yang sudah mengalami rekayasa ialah Jalan Sukorejo–Bangil, tepatnya di Desa Wonokerto. Karena adanya perbaikan, jalur hanya bisa menggunakan satu lajur dengan sistem buka-tutup, khusus untuk kendaraan roda dua. “Untuk kendaraan roda empat atau lebih kami sarankan mengambil jalur alternatif. Dengan satu lajur, risiko penumpukan tinggi kalau dipaksakan,” tegas Derie.
Satlantas memberikan opsi rute alternatif. Yakni Simpang Tiga Kenduruan–Rembang–Oro-Oro Ombo Wetan atau Blawi. Pengalihan arus ini berlaku sejak 4 Desember hingga 24 Desember, karena proyek jalan ditarget selesai 25 Desember.
Selain Wonokerto, proyek jalan Oro-Oro Ombo Wetan juga ditutup total selama pengerjaan berlangsung. Hal serupa terjadi di kawasan Gunung Gangsir, yang menjadi atensi khusus karena merupakan jalur padat harian. “Kami minta masyarakat mematuhi pengalihan yang sudah ditetapkan. Petugas kami siagakan untuk memastikan semua tertib,” pungkasnya. (*)









