Proyektor Film 35 Milimeter Tahun 1980 Kembali Hidupkan Hiburan Warga Jombang

oleh -256 Dilihat
Slamet Pujiono menunjukkan proyektor film 35 milimeter produksi sekitar 1980 yang masih disewakannya untuk hiburan warga.(teguh)
Slamet Pujiono menunjukkan proyektor film 35 milimeter produksi sekitar 1980 yang masih disewakannya untuk hiburan warga.(teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Di tengah maraknya hiburan digital melalui telepon pintar, suara mesin proyektor film 35 milimeter masih terdengar di sejumlah desa di Kabupaten Jombang.

Slamet Pujiono, 43, warga Dusun Krenggan, Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, menjadi salah satu orang yang masih mempertahankan hiburan layar tancap menggunakan proyektor film lawas.

Memasuki momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, permintaan penyewaan proyektor miliknya meningkat. Selain kegiatan perayaan kemerdekaan, hajatan warga juga ikut mendongkrak permintaan.

“Pengennya hiburan ini tetap dilestarikan. Dulu sebelum ada TV dan HP, hiburan seperti ini yang dinanti warga,” kata Slamet, Sabtu (8/8).

Ia mengatakan, pada Agustus ini permintaan penyewaan meningkat sekitar 70 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dalam sebulan, Slamet bisa melayani hingga empat lokasi.

Proyektor yang digunakan Slamet merupakan mesin pemutar film 35 milimeter merek Xenon 104 yang diproduksi sekitar 1980.

Peralatan tersebut dibelinya dari seorang teman sekitar empat tahun lalu. Saat itu, proyektor bekas tersebut dihargai sekitar Rp 1,2 juta.

Tak hanya memiliki mesin pemutar, Slamet juga mengoleksi sekitar 20 judul film dalam format seluloid. Koleksinya terdiri dari film-film lama hingga beberapa judul yang relatif baru.

Harga satu gulungan film berkisar Rp 400.000 hingga Rp 700.000. Jika mendapat permintaan judul tertentu yang tidak ada dalam koleksinya, Slamet menyewa film dari pemilik koleksi di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Menurut Slamet, proyektor tersebut bekerja dengan memanfaatkan cahaya lampu berdaya tinggi yang menyorot lembaran film sehingga menghasilkan gambar pada layar.

Meski merupakan teknologi lawas, ia menilai kualitas gambar yang dihasilkan masih cukup baik, terutama ketika digunakan untuk pemutaran di ruang terbuka.

“Kalau proyektor ini dipakai sampai jarak sekitar 20 meter gambarnya masih bening. Kalau LCD proyektor digital, biasanya sekitar 10 meter sudah mulai buram,” ujarnya.

Slamet biasanya mendapat permintaan dari masyarakat yang ingin menghadirkan hiburan berbeda dalam acara kampung, malam tirakatan, maupun hajatan keluarga.

Untuk wilayah Kabupaten Jombang, tarif penyewaan berkisar Rp 800.000 hingga Rp 1 juta.

Paket tersebut sudah mencakup sistem suara, pemutaran selama sekitar lima jam, serta tiga judul film.

Sementara untuk penyewaan ke luar daerah, tarifnya berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta, tergantung jarak dan biaya transportasi.

Menjaga proyektor yang telah berusia puluhan tahun bukan perkara mudah. Slamet harus rutin merawat bagian mesin, salah satunya dengan mengoleskan oli pada roda-roda gigi agar tetap bergerak lancar.

Tantangan terbesar justru berasal dari ketersediaan suku cadang. Beberapa komponen, terutama lampu proyektor, kini semakin sulit ditemukan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Slamet berhenti menjalankan usaha sekaligus mempertahankan hiburan layar tancap.

Ia bahkan aktif mengunggah aktivitas pemutaran film tersebut melalui Facebook. Tujuannya agar masyarakat yang pernah menikmati hiburan serupa dapat kembali mengenang masa lalu.

“Saya unggah lagi di Facebook supaya orang-orang yang seumuran saya tahu kalau tontonan ini masih ada,” katanya.

Bagi Slamet, setiap kali gulungan film mulai berputar dan gambar bergerak muncul di layar putih, yang hadir bukan sekadar hiburan.

Ada kenangan tentang masa ketika masyarakat berkumpul, duduk bersama, dan menikmati sebuah tontonan tanpa harus bergantung pada layar ponsel.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, Slamet memilih mempertahankan mesin tua itu agar pengalaman menonton bersama yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tidak sepenuhnya hilang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.