Kabarbaik.co, Nganjuk – Suasana pagi di Desa Kedungglugu terasa berbeda ketika ratusan warga keluar rumah untuk satu tujuan sama, membersihkan setiap sudut lingkungan dari sarang nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar secara serentak bukan sekadar acara tahunan, melainkan bagian dari gerakan kesadaran masyarakat yang tumbuh dari dalam.
“Kita tidak bisa menunggu kasus DBD muncul baru bergerak. Setiap sudut yang kita bersihkan adalah perisai kecil untuk melindungi keluarga kita,” ujar Kepala Desa Kedungglugu Sartono, Sabtu (7/2)
Menurut Sartono, gerakan ini berawal dari keluarganya yang membersihkan pekarangan sendiri. Namun kini berkembang menjadi gerakan desa yang melibatkan berbagai elemen diantaranya karang taruna yang menyisir setiap gang dan halaman rumah untuk membersihkan tempat penampungan air yang tidak terpakai.
“Kader PKK desa juga melakukan kunjungan rumah ke rumah untuk memberikan edukasi cara pengelolaan sampah dan penutupan tempat penampungan air,” jelas Sartono
Selain membersihkan sarang nyamuk, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.
“Bukan hanya lingkungan yang bersih tapi juga hubungan antar warga yang semakin erat,” tambahnya
Dengan gerakan ini diharapkan, Desa Kedungglugu tidak hanya mampu menjaga angka kasus DBD pada level terendah, namun juga membangun fondasi kesadaran masyarakat yang menjadikan kebersihan lingkungan sebagai gaya hidup. (*)







