PT SGN Siapkan 43.000 Ton Gula Lewat Operasi Pasar Jelang Lebaran

oleh -296 Dilihat
IMG 20250318 WA0000
Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta

KabarBaik.co – Dalam rangka menjaga stabilitas harga gula menjelang Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menugaskan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk melaksanakan operasi pasar. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi, dengan harga jual gula yang telah ditetapkan sebesar Rp 15.000 per kilogram.

“Total target pasokan gula dalam operasi pasar ini mencapai 43.000 ton. Namun, penyerapan dilakukan bertahap sesuai permintaan dari PT Pos,” ungkap Yunianta, Sekretaris Perusahaan PT SGN ditemui di Surabaya, Senin Malam (17/3).

Ia menambahkan, operasi pasar dimulai sejak H-7 Ramadan dan direncanakan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri. Jika ada instruksi tambahan dari pemerintah, masa operasi dapat diperpanjang.

Dalam pelaksanaannya, PT SGN memprioritaskan distribusi gula di Pulau Jawa, terutama wilayah Jawa Tengah dan Jakarta, mengingat tingginya permintaan di daerah tersebut. Selain itu, wilayah Sumatera dan Sulawesi juga menjadi fokus utama distribusi, mengingat serapan yang signifikan di kedua kawasan tersebut.

“Harga gula di seluruh Indonesia sama, yaitu Rp 15.000 per kilogram, dan pembelian dibatasi maksimal 2 kilogram per orang sesuai kebijakan pemerintah,” jelas Yunianta.

Operasi pasar dilakukan di ratusan hingga mendekati seribu titik distribusi di seluruh Indonesia, termasuk Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan Kantor Cabang Utama (KCU) PT Pos Indonesia.

Selain menjalankan operasi pasar, PT SGN juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi gula nasional. Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan mampu menghasilkan 1 juta ton gula dengan total tebu tergiling mencapai 13,6 juta ton, meningkat 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini, proses penggilingan baru dilakukan di Pabrik Gula Kuala Madu, Sumatera Utara, yang memulai produksi pada akhir Januari. Dari target tersebut, kami baru menggiling sekitar 200.000 ton tebu,” ujar Yunianta.

Untuk mencapai target tersebut, PT SGN telah bekerja sama dengan Perhutani untuk memanfaatkan lahan dan menyewa lahan tambahan guna memperluas area penanaman tebu. Selain itu, perusahaan mempertimbangkan pengelolaan pabrik gula di luar kelompok usaha PTPN, seperti Pabrik Gula Rendeng dan Pabrik Gula Baru di Yogyakarta.

Dalam operasionalnya, PT SGN memastikan kepatuhan terhadap harga eceran gula yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk tidak menjual gula di atas harga acuan konsumsi yang ditetapkan, yaitu antara Rp 15.000 hingga Rp 17.500 per kilogram,” tegas Yunianta.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, PT SGN optimistis dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga gula menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan gula di seluruh Indonesia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.