PTFI Latih Puluhan Ibu Balita di Gresik, Olah Pangan Lokal Jadi MPASI Bergizi

oleh -207 Dilihat
11359a5b 1e34 427c b3a6 6e0960000b06
Penjurian lomba MPASI bergizi. (Foto: Ist/Humas PTFI)

KabarBaik.co – Sebanyak 65 ibu dari anak berusia dibawah lima tahun (balita) yang berasal dari sembilan desa di sekitar wilayah operasi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Gresik belajar mengolah makanan sehat berbasis pangan lokal untuk anak dan mengikuti lomba kreasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).

“Kesehatan adalah aspek penting dalam kehidupan kita. Dimulai dari lingkup keluarga, kami ingin memastikan para ibu memahami bagaimana menyiapkan makanan yang sehat dan gizi seimbang untuk balita. Sebab masa balita adalah periode emas yang menentukan tumbuh kembang anak hingga di masa depan,” kata Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, dalam keterangannya, Rabu (26/11).

Dalam kegiatan edukasi ini PTFI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bertempat di Gedung Serba Guna Manyar Sidorukun, Gresik, pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan dan Kesehatan Nasional, dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Para peserta berasal dari Kecamatan dan Kecamatan Bungah. Mereka berasal dari Desa Manyar, Desa Sidorukun, Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidomukti, Desa Karangrejo, dan Desa Banyuwangi, Desa Bedanten, Desa Tanjung Widoro, Desa Kramat, dan Desa Watuagung.

Ahli Gizi RS Semen Gresik Messayu Alizia Laurenzca Putri menjadi narasumber dan menyampaikan tema “Pemenuhan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal” yang menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya pangan lokal sebagai solusi gizi keluarga.

Dilanjutkan dengan materi “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Anik Lutfiyah mengenai pentingnya perilaku hidup sehat sebagai fondasi tumbuh kembang generasi yang produktif.

Dalam kegiatan ini para ibu mendapatkan informasi terkait gizi (khususnya MPASI) dari bahan pangan lokal yang mudah didapatkan dan harganya terjangkau di sekitar mereka, serta mampu mencukupi kebutuhan gizi balita.

Bahan pangan lokal yang dimaksud seperti tahu, tempe, ikan mujair, bandeng, yang merupakan sumber protein yang dapat diolah menjadi berbagai macam makanan dan dikreasikan agar anak tertarik untuk mengkonsumsi. Misalnya olahan nugget tempe, kentang dan mujair menjadi olahan kue, dan lainnya.

“Makanan yang sehat adalah makanan yang berasal dari bahan pangan alami tanpa pengawet dan diolah dengan cara yang tepat, agar kandungan gizi tetap dapat mencukupi kebutuhan gizi anak-anak,” kata Messayu.

Selain sesi edukasi, para ibu juga mengikuti praktik memasak dan lomba kreasi MPASI menggunakan bahan pangan lokal oleh Meyura Arsalia Yasmin, Ahli Gizi Puskesmas Manyar.

Melalui kegiatan praktik ini, peserta diharapkan semakin memahami cara memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan mereka. Kelompok ibu dari Desa Manyar Sidorukun menjadi juara 1, Desa Karangrejo meraih juara 2, dan Desa Watuagung mendapatkan tempat ketiga.

“Melalui program edukasi ini, kami berharap para ibu mendapatkan informasi yang akurat tentang gizi seimbang, mampu menyiapkan MPASI yang sehat dan bergizi seimbang, serta dapat menginspirasi para ibu yang lain untuk menciptakan generasi masa depan yang kuat, sehat, dan cerdas,” kata dr. Anik.

PTFI terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program CSR PTFI di bidang kesehatan masyarakat. Selain itu, PTFI juga menjalankan program kesehatan masyarakat lainnya, seperti penanggulangan Demam Berdarah serta Tuberkolosis.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.