KabarBaik.co, Blitar – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terdeteksi di Kabupaten Blitar. Meski demikian, perkembangan kasus menunjukkan tren positif karena sebagian besar ternak yang sempat terpapar telah dinyatakan sembuh.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mencatat, total terdapat 88 ekor ternak yang masuk pemantauan PMK.
Dari jumlah tersebut, 72 ekor telah dinyatakan sembuh, sedangkan 16 ekor lainnya masih dalam kondisi sakit dan terus mendapatkan pengawasan petugas.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Kabupaten Blitar Lusia Adityaningtyas, menyebut hingga pembaruan data terakhir tidak ditemukan adanya ternak mati maupun pemotongan paksa akibat PMK.
“Ini menunjukkan penanganan di lapangan berjalan cukup baik, karena angka kesembuhan lebih tinggi dibanding ternak yang masih sakit,” ujar Lusia, Rabu (28/1)
Sebaran kasus PMK tercatat meliputi 17 kecamatan. Kecamatan Nglegok menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 15 ekor ternak, namun seluruhnya telah dinyatakan sembuh. Disusul Kecamatan Talun dengan 13 ekor ternak sembuh, serta Kecamatan Kesamben sebanyak 12 ekor ternak yang juga telah pulih.
Sementara itu, Kecamatan Bakung mencatat 6 ekor ternak dengan rincian 5 ekor masih sakit dan 1 ekor sembuh. Kecamatan Panggungrejo juga melaporkan 6 ekor ternak yang seluruhnya masih dalam kondisi sakit. Adapun Kecamatan Wates tercatat memiliki 6 ekor ternak dan seluruhnya telah sembuh.
Kasus lainnya tersebar di Kecamatan Wlingi sebanyak 7 ekor, Garum 4 ekor, Binangun 4 ekor, Ponggok 3 ekor, dan Doko 3 ekor. Selanjutnya, Kecamatan Wonotirto, Gandusari, dan Selopuro masing-masing 2 ekor. Kecamatan Selorejo, Kademangan, dan Udanawu masing-masing tercatat 1 ekor, sementara Kecamatan Kanigoro tidak tercatat dalam data terbaru.
Lusia menambahkan, Disnakkan terus melakukan pemantauan intensif di wilayah yang masih terdapat ternak sakit, melalui pengawasan kesehatan, pembatasan lalu lintas ternak, serta penerapan biosekuriti di tingkat peternak.
“Kami juga mengimbau peternak segera melapor jika menemukan gejala PMK, agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah penularan,” pungkasnya.(*)






