KabarBaik.co – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, menyampaikan keprihatinannya atas keterlibatan sejumlah anak dalam kerusuhan yang terjadi pada Minggu malam lalu.
Dari 143 orang yang diamankan pihak kepolisian, sekitar 60 diantaranya masih di bawah umur. Di bawah usia 18 tahun.
Ia menekankan, pemerintah kota bersama masyarakat harus lebih waspada dalam menjaga generasi muda agar tidak mudah terprovokasi.
Menurut Syauqul, keterlibatan anak-anak dalam aksi tersebut menjadi bahan evaluasi penting. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, kata dia, berupaya mendengar langsung penyebab anak-anak ikut serta, sekaligus menyiapkan kebijakan antisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Kami mencoba mendengar kenapa anak-anak bisa ikut-ikutan dalam peristiwa Minggu malam. Hal ini menjadi dasar pemerintah kota untuk mengantisipasi dan melakukan sosialisasi kepada orang tua maupun masyarakat, agar putra-putrinya tidak mudah terlibat dalam hal-hal yang negatif,” ujarnya, Kamis (4 /9).
Mas Ibin menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan deteksi dini dan memastikan langkah pencegahan sebelum muncul kejadian yang tidak diinginkan. Ia menilai, situasi Minggu malam menjadi pelajaran penting, karena ternyata melibatkan anak-anak di Kota Blitar.
“Tentu kami prihatin, karena hal itu menyangkut anak-anak dan adik-adik kita sendiri. Kami merasa perlu membentengi mereka agar tidak terjerumus lagi ke dalam tindakan yang justru merusak dan berdampak negatif,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menambahkan, Pemkot Blitar ingin terus mendengar dan mengevaluasi kondisi masyarakat sebagai upaya memahami dinamika yang berkembang. Dengan begitu, kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin mendengar dan mengevaluasi apa yang terjadi di masyarakat. Dari sana, pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi dan mensosialisasikan kepada warga agar lebih waspada. Orang tua kami minta betul-betul menjaga putra-putrinya, supaya kejadian seperti Minggu malam tidak terulang lagi,” tutupnya.(*)







