Puluhan Santri Jombang Keracunan Usai Santap Menu Buka Puasa, Pengasuh Ponpes: Rawon dari Pondok-Telur Asin MBG

oleh -68 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 05 at 9.24.19 PM
RS PKU Muhammadiyah tempat santri keracunan dibawa (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 40 santri Pondok Pesantren Darut Taubah, Desa Betek, Mojoagung, Jombang, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (5/3) malam.

Peristiwa itu terjadi usai para santri menyantap hidangan buka puasa berupa nasi, rawon, dan telur asin.

Pengasuh Pondok Pesantren Darut Taubah Muhammad Adam mengatakan menu nasi dan rawon dimasak oleh pihak pondok, sedangkan telur asin merupakan bantuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Medek.

“Nasinya dan rawon dari pondok, sedangkan telur asin berasal dari MBG,” ujar Adam.

Adam menyebut paket MBG yang diterima selama Ramadhan biasanya berisi roti, buah-buahan, dan telur asin untuk beberapa hari.

“Ada yang muntah itu keluar telur asinnya. Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak pondok belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium dari dinas terkait.

Sebelumnya diberitakan, puluhan santri Pondok Pesantren Darut Taubah diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu buka puasa. Tak lama setelah salat tarawih, sekitar pukul 19.40 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual dan muntah.

Dari video yang beredar, beberapa santri putri tampak lemas hingga harus digotong menuju ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Hingga Kamis malam, puluhan santri masih menjalani perawatan dan observasi medis. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.