KabarBaik.co- Prof M. Afif Hasbullah, Plt Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap pembiayaan pendidikan dasar. Dalam kesempatan agenda turun ke bawah (Turba) ISNU di UIN Syech Wasil Kediri, Jumat (30/5), ia menegaskan pentingnya peran negara dalam mendukung sekolah swasta, yang seringkali terabaikan.
Menurut Afif, putusan MK memang mewajibkan negara untuk menjamin pendidikan dasar gratis di sekolah negeri. Namun, kenyataannya banyak sekolah negeri yang tak mampu menampung semua siswa. Akibatnya, banyak anak terpaksa masuk sekolah swasta. Nah, masalahnya, sekolah swasta ini belum mendapat perhatian cukup dari negara, walaupun mereka juga menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah swasta bukan pilihan utama, tapi mereka jadi penampung bagi anak-anak yang nggak bisa masuk sekolah negeri. Negara harus hadir untuk mereka juga!” ujar Afif.
Sekolah swasta, terutama yang berbasis masyarakat dan agama seperti madrasah NU, kini menjadi ‘penyelamat’ pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sayangnya, banyak dari sekolah-sekolah ini kesulitan mendapatkan subsidi dari pemerintah, meskipun mereka terus berjuang memberikan pendidikan yang layak.
“Putusan MK nggak bilang sekolah swasta dilarang menarik biaya. Tapi negara tetap harus pastikan nggak ada anak yang gagal sekolah karena masalah ekonomi,” tegas Prof. Afif.
ISNU Jatim menawarkan beberapa solusi yang menurut mereka bisa segera diterapkan oleh pemerintah. Pertama, regulasi yang jelas soal tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah untuk menanggung biaya pendidikan dasar, termasuk untuk sekolah swasta. Kedua, perluasan sekolah rakyat di seluruh daerah.
Ketiga, kebijakan pungutan terbatas di sekolah swasta dengan kebutuhan khusus atau standar pendidikan tertentu. Menurut Afif, negara harus melibatkan sekolah swasta sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional, bukan hanya fokus pada sekolah negeri saja.
“Kalau masyarakat nggak mampu membiayai sekolah, negara harus turun tangan menutup kekurangannya. Subsidi buat sekolah swasta yang menyelenggarakan pendidikan dasar itu penting!” katanya.
Dalam kesempatan itu, Afif juga mengingatkan bahwa intelektual NU punya tanggung jawab besar dalam memajukan masyarakat. ISNU harus menjadi organisasi yang mandiri dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam hal penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Kemandirian ISNU nggak cuma soal ekonomi, tapi juga soal program yang bisa membawa manfaat nyata untuk masyarakat,” kata Prof. Afif.
Acara Turba ini juga dihadiri pengurus ISNU dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Kediri, Nganjuk, Madiun, Trenggalek, Magetan, dan Pacitan. Di akhir, Afif menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, dan negara harus memastikan tidak ada yang tertinggal. Baik di sekolah negeri maupun swasta. “Ini bukan soal negeri atau swasta. Ini soal masa depan anak-anak bangsa yang harus dijaga,” pungkasnya. (*)






