Ramadan, Harga Cabai Rawit di Nganjuk Tembus Rp 100 Ribu, Wakil Bupati Perintahkan Operasi Pasar

oleh -21 Dilihat
nganjuk
Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Rapat Planning Center Bappeda Kabupaten Nganjuk (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Rapat Planning Center Bappeda Kabupaten Nganjuk, dipimpin oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro bersama jajaran perangkat daerah terkait.

Diketahui sejumlah komoditas strategis dilaporkan mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan beras, yang menjadi perhatian serius di bulan Ramadan ini.

“Data yang disampaikan menunjukkan tren kenaikan harga cabai rawit yang cukup signifikan. Dalam beberapa minggu meningkat hingga rata-rata Rp 90 ribu bahkan Rp 100 ribu. Ini tidak boleh kita anggap biasa,” tegas Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro. Senin (2/3).

Kenaikan dipicu tingginya permintaan pasar berpotensi memperbesar tekanan harga apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan intervensi yang tepat. “Ramadan, permintaan pasti naik. Ibu-ibu rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga restoran tentu membutuhkan pasokan yang stabil. Kalau tidak kita kendalikan dari sekarang, harga bisa melonjak lebih tinggi,” ujarnya.

Mas Handy sapaan akrab Wakil Bupati menekankan pentingnya keakuratan data harga sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kesesuaian data lapangan dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jangan sampai ada perbedaan data antar daerah atau antar instansi. Kalau data tidak valid, kebijakan yang kita ambil juga bisa keliru dan justru merugikan masyarakat,” katanya.

Selain cabai rawit, Mas Handy juga menyoroti komoditas daging ayam ras dan minyak goreng yang mulai menunjukkan kecenderungan naik. Ia meminta pengawasan distribusi diperketat agar tidak terjadi permainan harga di tingkat distributor maupun pedagang.

“Kami tidak ingin yang diuntungkan hanya broker atau distributor. Peternak harus tetap mendapat keuntungan yang wajar, tapi harga di pasar juga harus terkendali,” tambahnya.

Adapun langkah Pemkab Nganjuk terkait kenaikan harga tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui pemantauan pasar secara rutin, validasi data harga, serta menyiapkan langkah antisipatif seperti operasi pasar murah dan gerakan pangan murah apabila diperlukan.

“Tim saya perintahkan turun ke lapangan, cek langsung, dan lakukan intervensi jika memang dibutuhkan,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan inflasi daerah tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.