Ramainya Alun-alun Nganjuk Jadi Jujugan Berburu Takjil saat Ramadan

oleh -75 Dilihat
Deretan Lapak penjual takjil di Alun-alun Nganjuk yang setiap hari ramai pemburu takjil (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Bulan Ramadan membawa nuansa khas di Alun-alun Nganjuk. Setiap menjelang sore, kawasan yang biasanya menjadi tempat rekreasi bertransformasi menjadi lokasi jujugan masyarakat yang sibuk berburu takjil.

Mulai dari jajanan tradisional khas Nganjuk hingga pilihan junk food kekinian semuanya ada, dengan harga yang tetap sesuai standar pasar alun-alun membuat tempat ini selalu penuh sesak dengan para pemburu takjil.

Di antara beragam pilihan tersebut, jajanan tradisional seperti klepon, lumpia basah, gado-gado kecil, es cendol dawet, dan bakso bakar menjadi favorit banyak orang, sementara junk food seperti ayam goreng, kentang goreng, dan minuman kekinian juga tak kalah diminati.

“Harganya terjangkau banyak pilihan,” ungkap Yeni, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk Kota, Sabtu (21/2)

Ibu dua anak ini mengaku sudah menjadi rutinitas setiap hari menjelang berbuka untuk datang ke alun-alun mencari hidangan yang akan disajikan bersama keluarga di rumah.

“Kalau anak-anak suka ayam goreng dan es buah, saya sendiri lebih suka klepon dan dawet yang manisnya pas tidak terlalu manis,” tambahnya.

Keberagaman menu yang ditawarkan membuat alun-alun menjadi destinasi utama bagi berbagai kalangan, mulai dari keluarga muda hingga lansia yang ingin menemukan hidangan favorit untuk menyegarkan diri setelah seharian berpuasa.

Beberapa penjual bahkan menyediakan paket takjil hemat untuk keluarga kecil dengan harga mulai dari Rp 12.500 hingga Rp 20 ribu, yang mencakup nasi putih, lauk pauk, dan minuman.

“Kita ikuti selera pasar, setiap hari menu ada tambahan agar banyak pilihan,” jelas Harty, salah satu penjual jajanan yang telah berjualan di alun-alun selama lebih dari lima tahun.

Menurutnya, permintaan yang tinggi membuat stok jajanan yang disiapkannya selalu habis beberapa menit sebelum waktu berbuka tiba.

“Hari ini saya tambahin lumpia basah dengan isian udang dan tauge, kemarin habis cepat banget. Besok mungkin saya siapkan juga tahu isi untuk yang suka makanan sehat,” ujarnya sambil sedang mengemas pesanan untuk pelanggan.

Selain sebagai tempat mencari makanan, alun-alun juga menjadi ajang bertemu antar warga yang jarang bertemu di luar bulan puasa. Suasana kekeluargaan terasa kental ketika masyarakat berkumpul sambil menunggu waktu berbuka bersama, bahkan beberapa orang membawa sajadah kecil untuk segera melaksanakan salat Magrib setelah berbuka.

“Selain cari takjil, kita juga bisa ketemu tetangga dan bertukar kabar. Rasanya berbeda kalau beli takjil di sini ketimbang di warung lain,” tambah Yeni saat ditemui usai memilih beberapa jenis jajanan untuk keluarga.

Salah satu penjual lain, Sumarti yang berjualan es cendol dawet mengaku cerita unik selalu terjadi setiap hari di tempatnya.

“Ada keluarga yang dari dulu sampai sekarang selalu beli dawet di saya setiap Ramadan. Tahun ini anak mereka yang sudah kuliah di luar kota pulang dan langsung cari saya buat beli dawet kesukaannya,” cerita Sumarti

Pedagang juga mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri bisa berkontribusi dalam menyambut bulan suci dengan menyediakan makanan yang bisa membantu masyarakat menyelesaikan ibadah puasa mereka dengan baik.

Beberapa di antaranya bahkan menyisakan sebagian jajanan untuk dibagikan kepada orang yang kurang mampu yang sering mampir di sekitar alun-alun menjelang berbuka. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.