KabarBaik.co – Upaya mencegah kekurangan zat besi pada balita terus digencarkan. Alfamidi bersama SGM menggelar Edukasi Keluarga Balita bertema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju” di gerai Alfamidi Super Gajah Mada Wlingi, Kabupaten Blitar, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh ratusan ibu yang memiliki balita di wilayah sekitar. Edukasi disampaikan oleh Ketua Kader Posyandu Kelurahan Wlingi, Jujuk, bersama dr. Syamsudduha Muhtadin. Keduanya menyoroti masih tingginya risiko kekurangan zat besi pada balita, yang kerap luput dari perhatian orang tua.
Jujuk menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini. Menurutnya, pola makan yang tepat dan teratur menjadi kunci untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Zat besi berperan penting dalam perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak. Karena itu, orang tua perlu lebih cermat memperhatikan asupan gizi seimbang dalam menu harian balita,” ujar Jujuk, Sabtu (10/1).
Sementara itu, dr. Syamsudduha Muhtadin menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat berdampak pada konsentrasi, tingkat aktivitas, hingga imunitas anak. Kondisi ini, kata dia, bisa memengaruhi proses tumbuh kembang apabila tidak ditangani sejak dini.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip Pemberian Makanan yang Tepat, mulai dari pengaturan frekuensi makan, penyesuaian tekstur makanan sesuai usia, hingga variasi menu agar kebutuhan gizi balita terpenuhi secara optimal.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif berkonsultasi seputar anak yang sulit makan, penyusunan menu harian, hingga cara sederhana memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan bahan pangan yang mudah diperoleh.
Selain mendapatkan edukasi, peserta juga menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Alfamidi. Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Alfamidi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Kami berharap edukasi ini dapat membantu orang tua memahami pentingnya pemenuhan gizi balita, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” kata Widodo.
Ke depan, Alfamidi menegaskan program edukasi gizi keluarga balita akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan literasi gizi dan kualitas kesehatan keluarga. (*)







