Ratusan Polisi Dikerahkan Urai Kemacetan Jalan Menuju Pelabuhan Ketapang

oleh -369 Dilihat
Personel polisi saat mengatur kemacetan di jalan menuju Pelabuhan Ketapang.

KabarBaik.co – Polresta Banyuwangi mengerahkan seratusan personel untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Pengerahan personel itu untuk mengantisipasi adanya kendaraan ngeblong atau menyerebot jalur.

“Untuk antisipasi sopir-sopir yang ngeblong,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Kamis (17/7).

Hingga Kamis (17/7) siang kemacetan masih mengular sejauh 23 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan ujungnya berada di Desa Alasrejo, Wongsorejo.

Selain mengerahkan personel polisi juga aktif berkoordinasi dengan operator pelabuhan untuk mencari solusi agar truk-truk tronton logistik bisa cepat diangkut menuju Bali.

Sebagai informasi, kemacetan terjadi imbas berkurangnya jumlah kapal yang melayani penyebrangan di dermaga LCM. Pengurangan itu akibat aturan baru dari pemerintah pusat pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Salah satu aturan tersebut, yakni evaluasi terhadap kapal-kapal eks-Landing Craft Tank (LCT).

Data BPTD Wilayah XI Jatim Satpel Pelabuhan Penyeberangan Ketapang menunjukkan, sebanyak enam kapal yang melayani penyeberangan di dermaga LCM.

Enam kapal itu adalah Kapal Karya Maritim, Kapal Samudera Perkasa I, Kapal Samudera Utama, Kapal Jambu VI, Kapal Liputan XII, Kapal Agung Samudera IV.

Jumlah normalnya, menurut BPTD, dermaga tersebut dilayani oleh sembilan kapal.

Selain jumlah kapal yang berkurang, kapasitasnya juga turun dari sebelumnya. Aturan baru pascatragedi KMP Tunu Pratama Jaya, kapasitas maksimal kapal juga berkurang menjadi hanya 75 persen.

“Biasanya satu kapal bisa mengangkut delapan tronton. Sekarang hanya lima,” terang Rama.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.