KabarBaik.co, Surabaya– Memperingati Hari Buruh Internasional di hari ini, Jumat (1/5), Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada kaum pekerja. Dalam refleksinya, Nawardi menegaskan bahwa buruh bukan hanya sekadar roda penggerak ekonomi, melainkan pahlawan pembangunan yang nyata.
”Dari hamparan sawah hingga megahnya proyek-proyek infrastruktur, setiap tetes keringat buruh adalah saksi bisu bagi kemajuan yang dinikmati Indonesia hari ini. Tanpa dedikasi mereka, narasi pertumbuhan ekonomi hanyalah deretan angka tanpa makna,” ujar Nawardi di Surabaya.
Nawardi menyoroti bahwa kontribusi besar tersebut harus dijawab dengan kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan yang layak. Merujuk pada data capaian kinerja yang dibahas dalam Rapat Kerja Komite IV bersama BPS April lalu.
Nawardi mencatat bahwa meskipun angka kemiskinan nasional telah menunjukkan tren penurunan ke angka 8,25 persen pada akhir 2025, disparitas antara perkotaan dan perdesaan masih menjadi tantangan besar.
Data BPS menunjukkan kemiskinan di pedesaan masih berada di angka 10,72 persen, jauh di atas perkotaan yang sebesar 6,60 persen. Menurutnya, kaum buruh dan pekerja informal adalah kelompok yang paling rentan terjepit di tengah ketimpangan ini.
Nawardi memberikan catatan kritis pada angka inflasi tahunan yang menyentuh 3,48 persen, di mana andil terbesar datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,08 persen).
“Beban biaya hidup dasar ini paling dirasakan oleh teman-teman buruh. Kita tidak boleh menutup mata bahwa pembenahan upah dan perlindungan sosial harus sebanding dengan lonjakan biaya kebutuhan dasar tersebut,” tegas Senator asal Jatim ini.
Sebagai pimpinan Komite IV, Nawardi juga menekankan pentingnya akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini mencakup lebih dari 289 juta individu.
Nawardi mendorong agar integrasi data ini, bersamaan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026, mampu memastikan program perlindungan sosial seperti subsidi energi, pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah, benar-benar tepat sasaran dan menyentuh dapur para pekerja yang membutuhkan.
Menutup pernyataannya, Nawardi menegaskan komitmen Komite IV DPD RI untuk terus mengawal kebijakan fiskal dan anggaran yang pro-buruh/pekerja. Ia berharap momentum Hari Buruh tahun ini menjadi titik balik bagi pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih manusiawi, di mana pertumbuhan ekonomi tercermin pada martabat dan kesejahteraan nyata para pekerjanya. (*)







