Refleksi Mendalam Napak Tilas Isyarah NU untuk Generasi Masa Kini

oleh -295 Dilihat
24848bf6 4d5b 4124 9900 e93cc75131b0
Ribuan Nahdliyin Ikuti Napak Tilas Perjuangan Pendiri NU: Dari Bangkalan Menuju Tebuireng

KabarBaik.co – Ribuan jamaah dari berbagai penjuru tanah air mengikuti kegiatan Napak Tilas jejak perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Perjalanan bersejarah ini dimulai sejak Minggu (4/1) pagi pukul 06.30 WIB, mengambil titik start dari Pondok Pesantren Demangan, Bangkalan, Madura.

Sekretaris Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH Ahmad Fadlail, yang turut mendampingi rombongan menjelaskan bahwa rute napak tilas ini mengikuti jalur simbolis pengiriman amanah dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari.

“Alhamdulillah, perjalanan dimulai tadi pagi dari Pesantren Demangan. Rombongan kemudian menuju Kamal, menyeberang ke Ampel, dan saat ini tiba di kantor PCNU Kota Surabaya,” ujar Kiai Fadlail saat ditemui di Surabaya.

Peserta dari Berbagai Pulau

Antusiasme warga Nahdliyin dalam kegiatan ini sangat besar. Tercatat ada sekitar 1.200 peserta aktif yang mengikuti seluruh rangkaian rute. Namun, jumlah tersebut membengkak hingga 2.500 orang jika dihitung dengan para simpatisan yang bergabung di titik-titik tertentu.

Peserta tidak hanya datang dari Jawa Timur. “Ada yang datang dari Lombok, Jawa Barat, hingga Kalimantan. Mereka adalah para muhibbin (pencinta) Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, dan Kiai Syamsul Arifin yang ingin ngalap barokah,” tambah beliau.

Membawa Replika Tongkat dan Tasbih

Dalam rombongan tersebut, nampak replika tongkat dan tasbih yang menjadi simbol penting berdirinya NU. Kiai Fadlail menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan replika dari pemberian Syaikhona Kholil kepada KH Hasyim Asy’ari melalui perantara Kiai As’ad Syamsul Arifin.

“Ini adalah replika yang dibuat oleh keluarga Tebuireng, karena tongkat aslinya tersimpan di Tebuireng Jombang,” jelasnya.

Refleksi Ketulusan Kiai As’ad

Setelah dari Surabaya, rombongan dijadwalkan bergerak menuju Stasiun Gubeng untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Jombang. Setibanya di Jombang, peserta akan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng dan diperkirakan tiba pukul 21.00 WIB.

Kiai Fadlail menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan upaya refleksi mendalam bagi generasi masa kini.

“Ini adalah cara kita merefleksikan bagaimana amanah Syaikhona Kholil kepada Kiai As’ad dijalankan dengan sepenuh hati dan ketulusan hingga sampai kepada KH Hasyim Asy’ari. Harapannya, kita semua bisa meneladani ketulusan dan perjuangan beliau-beliau dalam ber-NU,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.