KabarBaik.co – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang merancang agenda wisata seni dan budaya sebagai upaya meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan. Program tersebut akan melibatkan destinasi wisata, termasuk objek-objek bersejarah di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan pembinaan kepada pengelola destinasi, tetapi juga menyusun kalender kegiatan wisata seni dan budaya yang terjadwal.
“Wisatawan nantinya bisa melihat jadwal khusus di Kabupaten Malang, bahwa selain destinasi wisata juga ada agenda seni dan budaya,” ujar Firmando, Kamis (8/1).
Menurutnya, Disparbud akan menggencarkan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai stakeholder, seperti pengelola hotel dan destinasi wisata, agar turut menyajikan kegiatan seni dan budaya sebagai daya tarik tambahan. “Kami mendorong agar di destinasi wisata tidak hanya menyuguhkan tempat, tetapi juga aktivitas seni dan budaya,” jelasnya.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah Festival Tari Singhasari Jayanti. Firmando menargetkan agenda tersebut sudah tersusun pada Maret mendatang. “Paling tidak Maret agendanya sudah tersusun,” ungkapnya.
Selain itu, Disparbud Kabupaten Malang juga berencana mengolaborasikan objek wisata bersejarah dengan kegiatan seni dan budaya. Kolaborasi akan dilakukan bersama sanggar seni, pegiat budaya, perguruan tinggi, hingga pemerhati sejarah. “Misalnya, sanggar bisa mengadakan festival di Candi Kidal. Ini akan kami komunikasikan dengan berbagai pihak terkait,” katanya.
Firmando menegaskan, penguatan karakter sejarah dan religius pada objek-objek bersejarah akan terus diangkat guna memperkuat nilai edukasi bagi pengunjung maupun masyarakat. “Dengan keterbatasan anggaran tahun 2026, kami akan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata, termasuk kelompok seni dan budaya,” tandasnya. (*)






