Rektor UB: Puasa Bentuk Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

oleh -73 Dilihat
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa puasa merupakan sarana pembentukan karakter yang melatih pengendalian diri sekaligus kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) bertema Hikmah Puasa di Masjid Fatahilah.

Menurut Prof. Widodo, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 16 jam, tetapi menjadi “sekolah” untuk melatih disiplin, kejujuran, pengendalian emosi, hingga empati kepada sesama. “Yang paling penting justru adalah menahan ego kita, menahan hati kita, dan terus membuka hati kita untuk peduli kepada sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Takwa, kata dia, bukan hanya rasa takut kepada Allah, melainkan kesadaran penuh atas kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari yang melahirkan ketaatan dan tanggung jawab moral.

Mengutip Surat Al-Baqarah, Prof. Widodo menyebut ciri-ciri orang bertakwa antara lain beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan Allah. “Takwa itu kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam kehidupan kita, sehingga melahirkan ketaatan dan tanggung jawab moral,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketakwaan juga tercermin dalam hubungan harmonis, tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan hewan dan lingkungan. Orang bertakwa, menurutnya, tidak akan merusak alam, melainkan menjaga keberkahan yang ada di dalamnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Widodo juga menyoroti pentingnya sedekah yang tepat sasaran. Ia menilai, sedekah tidak hanya sebatas membangun fisik masjid, tetapi juga membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Rasulullah bersabda bahwa tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan. Ini menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti di sajadah atau di masjid, tetapi harus bermuara pada takwa yang memiliki implikasi sosial,” tegasnya.

Selain aspek spiritual dan sosial, Prof. Widodo turut mengungkapkan manfaat puasa dari sisi kesehatan. Ia mencontohkan pengalaman seorang rekannya yang sebelumnya menderita diabetes dan bergantung pada insulin, namun kondisinya membaik setelah menjalani puasa secara konsisten.

“Banyak sekali hikmah puasa untuk kesehatan. Ada teman saya, sebelumnya harus menggunakan insulin setiap habis makan. Sekarang beliau tanpa insulin dan tanpa obat, dengan cara berpuasa,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.