KabarBaik.co – Pencarian terhadap Ferdinan Junior Ilot, 14, remaja asal Sidomulyo, Krian, yang hilang sejak Sabtu lalu, akhirnya berakhir pada Selasa (10/12). Tubuh korban ditemukan tewas mengambang di aliran sungai kawasan Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, setelah lima hari upaya penyisiran tanpa henti.
Penemuan ini terjadi sekitar pukul 11.35 WIB. Warga melihat sosok yang mengambang di pinggir sungai dan langsung melapor kepada tim pencarian yang saat itu sedang melakukan penyisiran. Lokasi ditemukannya korban berjarak sekitar empat kilometer dari titik awal ia dinyatakan hilang.
Kapolsek Krian AKP Galih Putra Samodra menyebut bahwa tim gabungan sejak pagi sudah menyisir dengan pola melingkar mengikuti arus sungai.
“Begitu informasi masuk, petugas langsung menuju lokasi dan memastikan bahwa itu benar korban atas nama Ferdinan,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung cepat, dan jasad korban berhasil diangkat ke daratan sekitar pukul 11.50 WIB.
Setelah dievakuasi, jenazah remaja tersebut langsung dibawa ke RS Anwar Medika untuk proses identifikasi sebelum dipulangkan ke rumah duka.
“Kami mengawal hingga jenazah diserahkan ke pihak keluarga,” jelas Galih.
Peristiwa tragis ini bermula ketika Ferdinan bermain di Sungai Mas bersama tiga temannya untuk mencari kerang kijing. Aktivitas yang mulanya berlangsung biasa tiba-tiba berubah buruk saat arus kuat datang dari arah barat dan menyeret tubuh korban. Teman-temannya tak mampu memberikan pertolongan karena derasnya aliran air.
Plt Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan bahwa pencarian dilakukan dengan maksimal sejak hari pertama.
“Setiap hari kami kerahkan perahu karet, tim darat, dan penyisiran manual di beberapa titik yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut,” terangnya.
Pencarian Ferdinan turut melibatkan tenaga dari berbagai daerah. Unsur BPBD Sidoarjo dibantu oleh BPBD Gresik, Mojokerto, dan Surabaya, ditambah tim Basarnas Surabaya, TNI, serta jajaran Polsek Krian.
“Koordinasi lintas daerah ini menjadi kunci untuk memperluas radius pencarian,” tambah Sabino.
Dengan ditemukannya Ferdinan, operasi pencarian resmi ditutup. Pihak kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim hujan ketika arus tidak dapat diprediksi. (*)








