Renovasi Kolam Renang Latihan Atlet Molor, Dominasi Selam Jatim di PON 2028 Terancam Pupus

oleh -109 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 02 at 1.11.14 PM 1
Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur Mirza Muttaqien (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Jawa Timur dikenal sebagai raja nomor satu di cabang olahraga selam pada sejumlah gelaran Pekan Olahraga Nasional terakhir. Bahkan pada PON Aceh–Sumatera Utara 2024 lalu, kontingen Jawa Timur sukses mengukuhkan dominasi dengan mengantongi 8 medali emas. Namun, prestasi gemilang itu kini terancam melayang saat PON NTT–NTB 2028 mendatang.

Penyebab utamanya bukan karena lawan yang semakin kuat, melainkan kendala krusial dari dalam negeri sendiri: keterlambatan penyelesaian renovasi Kolam Renang Kertajaya, Surabaya. Proyek yang seharusnya menjadi pusat latihan utama ini molor lebih dari satu setengah tahun. Meski kabarnya pengerjaan sudah mendekati selesai, fasilitas yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Jatim itu belum bisa digunakan karena masih dalam tahap perawatan pasca-renovasi.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengakui situasi ini sangat memprihatinkan dan membuat persiapan atlet kedodoran. Tanpa adanya tempat pemusatan latihan yang layak, kekompakan dan pola pembinaan yang biasa dilakukan menjadi terpecah belah.

“Sebanyak 24 atlet yang seharusnya mengikuti Puslatda terpusat kini terpaksa berlatih terpisah-pisah. Ada yang di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga daerah lain. Sebagian berlatih bersama klub, sebagian lagi mandiri. Kondisi ini jelas tidak efektif karena pelatih tidak bisa memantau dan mengontrol perkembangan mereka secara langsung,” ungkap Mirza.

Dampak dari keterbatasan fasilitas ini dirasakan hingga ke kondisi fisik dan mental para atlet. Mirza menegaskan, sehebat apa pun bakat yang dimiliki peselam, hal itu tidak akan berarti maksimal jika tidak didukung latihan yang teratur, terukur, dan terpantau.

“Sebagus apa pun potensi atletnya, kalau latihannya tidak rutin dan tidak terkontrol, hasilnya pasti tidak akan maksimal. Fisik dan mental mereka kini terpantau mengalami penurunan yang cukup tajam,” jelasnya.

Meskipun ada harapan kolam segera bisa digunakan dalam waktu dekat, Mirza mengaku sangat pesimistis mampu mengembalikan performa atlet ke puncak dalam waktu yang tersisa. Ia menilai mempersatukan kembali ritme latihan dan mengembalikan kondisi atlet ke tingkat terbaik memerlukan waktu panjang yang kini tidak lagi dimiliki.

“Saya jujur saja, saat ini saya pasrah. Dengan persiapan seperti ini, mustahil kami bisa menyamai prestasi di PON sebelumnya. Jangankan menargetkan juara umum, memproyeksikan berapa medali emas yang bisa didapat pun rasanya sangat sulit,” tegas Mirza penuh kekhawatiran. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.