KabarBaik.co – Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Gerindra, Sujatmiko menhgelar teses tahap II di Kecamatan Jetis, Sabtu (7/12). Reses di Dapil IV ini menyerap sejumlah aspirasi mulai persoalan pembebasan lahan pabrik sampai pembangunan Jembatan Lespadangan.
Sujatmiko menjelaskan bahwa reses ini dilakukan sebagai bagian dari program kerjanya menjadi wakil rakyat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Legislator yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Mojokerto ini bertemu langsung dengan ratusan konstituennya.
“Aspirasi dari Pak Sain dari Kedungsari, Kecamatan Kemlagi menyampaikan terkait proses pembebasan lahan untuk pabrik sampai hari ini belum selesai, padahal sudah tiga tahun,” ulas Sujatmiko.
Dikatakan Sujatmiko, bahwa terkait hal tersebut ada beberapa warga yang belum tuntas dibayar pelunasan tanahnya. Menurut pengaduan yang disampaikan, ada indikasi kecurigaan kepada kepala desa dan perangkat desa bermain-main.
“Saya intruksikan kepada yang bersangkutan untuk melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Mojokerto agar diagendakan audensi Komisi I bersama pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” jelasnya.
Karena dengan upaya itu, lanjut Sujatmiko, akan menjadi jelas pada sisi mana yang bermasalah. Apakah dari pihak investor yang belum menyelesaikan, apa ada oknum-oknum tertentu yang turut bermain dengan uang pelunasan pembayaran tanah warga di Desa Kedungsari.
Galang aspirasi dalam resesnya ini, Sujatmiko mendapat banyak usulan masyarakat terkait rekontruksi, rehabilitasi dan up scaling Jembatan Lespadangan agar dapat dilalui kendaraan roda 4 atau lebih. Menurutnya, jembatan ini sangat perlu difungsikan lebih untuk akses peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat utara sungai, agar tak hanya bersandar pada Jembatan Gajah Mada.
“Memang bukan kewenangan Pemkab Mojokerto, kami meminta kepada bupati terpilih setelah dilantik nantinya untuk mengawal aspirasi masyarakat Dapil IV ini untuk dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim maupun pusat,” ujarnya.
Sujatmiko juga membeberkan terkait persoalan distribusi pupuk yang selama ini selalu menjadi pekik polemik bagi petani di Dapil IV. Menurut konstituennya yang hadir semenjak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masalah kelangkaan pupuk maupun terlambatnya distribusi sudah terselesaikan.
“Sudah sesuai kouta pupuk yang diberikan, lancar, tepat waktu. Jadi sudah tak menjadi soal lagi,” serunya. (*)






