KabarBaik.co – Rapat paripurna serah terima jabatan bupati Pasuruan menjadi panggung estafet kepemimpinan bupati terpilih periode 2025-2030. Rusdi Sutejo resmi menggantikan Penjabat (Pj) Bupati Andriyanto dan Nurkholis dengan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam rapat paripurna di DPRD Kabupaten Pasuruan.
Dalam pidato perdananya, Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Pasuruan. “Pilkada sudah berlalu, kompetisi berakhir, mari bergandengan tangan semangat menjemput perubahan maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujar Rusdi.
Menyadari luasnya wilayah dan dinamika Kabupaten Pasuruan, Rusdi menekankan pentingnya kebersamaan. “Dengan kunci semangat kebersamaan aparat penegak hukum, DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, dan elemen masyarakat, saya yakin kita akan berhasil,” tegas Rusdi.
Rusdi juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi pemerintahan ke depan tidaklah ringan. Mulai dari keterbatasan fiskal hingga bencana tak terduga. Namun, dia optimistis dapat memaksimalkan program prioritas pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), PKG, dan renovasi sekolah. “Reformasi birokrasi perlu dilakukan, hilirisasi industri. Satu data nasional,” katanya.
Menurut Rusdi, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto akan menjadi satu-satunya visi yang harus dijalankan. Dia dan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori juga menuangkannya dalam 33 program prioritas. “Insya Allah tidak keluar dari Asta Cita Presiden,” papar Rusdi.
Dia menyadari perjalanan yang akan dilaluinya selama memimpin Kabupaten Pasuruan tidak mudah. Namun, dengan dukungan masyarakat, dia yakin dapat melaluinya. “Mari jadikan 5 tahun sebagai periode pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Pikiran dan hati tulus untuk masyarakat,” kata Rusdi.
Sekda Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan di bawah kepemimpinan Pj Bupati sebelumnya. “Pertumbuhan ekonomi 5,00 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi,” ungkapnya.
Adhy menekankan pentingnya fokus pada pembukaan kesempatan kerja dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 72,36 persen. “Lima tahun periode berikutnya harus menghasilkan perubahan signifikan,” katanya.
Dia juga menyoroti angka kemiskinan Kabupaten Pasuruan yang lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur, yaitu 8,63 persen. “Kesejahteraan masyarakat perlu menjadi fokus utama, akan sinergi keberhasilan Kabupaten Pasuruan menopang indeks ekonomi makro,” tandas Adhy. (*)