KabarBaik.co, Jombang – Suasana berbeda tampak di Pendopo Kabupaten Jombang. Jika dulu bangunan bersejarah itu identik dengan agenda resmi dan kegiatan seremonial pemerintahan, kini pintunya terbuka lebar bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Bupati Jombang, Warsubi, pendopo resmi diperkenalkan sebagai ruang bersama melalui acara bertajuk “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua”.
“Pendopo bukan semata milik bupati, wakil bupati, atau pemerintah daerah, melainkan milik seluruh warga Kabupaten Jombang,” tegas Warsubi di hadapan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, program ini menjadi langkah konkret Pemerintah untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif.
Pendopo yang selama ini terkesan eksklusif, kini diharapkan menjadi simbol keterbukaan dan kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Tak hanya dibuka untuk kegiatan pemerintahan, pendopo juga menjadi ruang edukasi. Pelajar dari berbagai jenjang, mulai SD hingga SMA, diberi kesempatan mengikuti tur ruangan untuk mengenal lebih dekat fungsi serta nilai sejarah bangunan tersebut.
“Pendopo harus menjadi rumah besar bagi warga Jombang,” ujar Warsubi, Senin (16/2).
Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa. Sorotan utama hadir lewat pertunjukan Wayang Potehi dari Gudo yang memikat perhatian para tamu undangan.
Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, Toni Harsono, turut memberikan edukasi mengenai sejarah dan perjalanan panjang Wayang Potehi Gudo yang telah menembus panggung internasional. Kesenian ini, menurut Warsubi, telah ada sejak tahun 1600 Masehi, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Melalui momentum tersebut, ia mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Warsubi juga menyampaikan capaian Kabupaten Jombang sepanjang 2025 yang berhasil meraih 18 penghargaan di berbagai bidang. Ia menilai keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan kerja bupati semata, melainkan kerja bersama,” ujarnya.
Dengan semangat keterbukaan dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap pendopo benar-benar menjadi ruang publik yang inklusif, terawat, dan berkelanjutan sekaligus simbol Jombang yang terus bergerak maju dan sejahtera untuk semua. (*)






