Respons Disnak Jombang Soal Keluhan Daging Luar Daerah di Pasar Legi

oleh -69 Dilihat
Pedagang daging Pasar Legi saat mengunjungi kantor Dinas Peternakan Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co,Jombang – Dinas Peternakan Jombang merespons keluhan pedagang daging di Pasar Legi Jombang terkait maraknya peredaran daging sapi dari luar daerah yang disebut memengaruhi harga pasar.

Kepala Dinas Peternakan Moch. Saleh mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan menindaklanjuti melalui koordinasi internal serta evaluasi bersama instansi terkait.

“Semuanya akan kami tampung terlebih dahulu. Aspirasi dari para pedagang tentu menjadi perhatian kami,” ujar Saleh dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Saleh menjelaskan kewenangan Dinas Peternakan lebih difokuskan pada aspek teknis, terutama pengawasan penyembelihan hewan dan kesehatan daging yang beredar. Sementara mekanisme jual beli di pasar bukan menjadi ranah langsung instansinya.

“Kami lebih fokus pada pengawasan penyembelihan serta memastikan daging yang beredar memenuhi standar kesehatan dan memiliki identitas yang jelas. Untuk proses transaksi di pasar, itu bukan kewenangan kami,” jelasnya.

Terkait dugaan masuknya daging dari luar daerah, termasuk informasi pengiriman dari Krian, Sidoarjo menggunakan beberapa armada kendaraan, Saleh menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut.

“Kalau memang ada daging yang masuk ke Jombang, tentu harus dipastikan perizinannya, proses peredarannya, identitas, serta kondisi kesehatannya. Semua itu harus sesuai ketentuan,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan tersebut juga beririsan dengan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga memerlukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum.

“Jika menyangkut keamanan, tentu menjadi kewenangan kepolisian. Namun dari sisi kami, pengawasan tetap dilakukan sesuai tugas dan fungsi,” imbuhnya.

Saleh menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh atas laporan masyarakat sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Semua lini akan kami evaluasi terlebih dahulu berdasarkan laporan warga. Setelah itu baru kami ambil langkah yang diperlukan,” pungkasnya.

Pedagang Keluhkan Harga Tak Seimbang

Sebelumnya, sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Legi Jombang mengeluhkan maraknya peredaran daging yang didatangkan dari luar Rumah Potong Hewan (RPH) wilayah Jombang. Praktik itu dinilai merugikan pedagang lokal karena memicu persaingan harga yang tidak seimbang.

Keluhan disampaikan Ulfa, 51, dan Ira, 43, pedagang daging di pasar tersebut. Mereka menyebut daging berasal dari luar kota, tepatnya Krian, dan sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.

“Awalnya satu orang pakai motor, sekarang sudah jadi tiga orang dan pakai mobil pikap. Bayangkan berapa ekor sapi yang bisa diangkut satu mobil pikap,” ujar Ulfa, Rabu (18/2/2026).

Menurut Ulfa, para pendatang merupakan pedagang skala jagal (grosir) yang langsung menjual daging ke tingkat eceran di area pasar, khususnya di sisi utara atau sekitar Jalan Mimbar.

Dengan status sebagai jagal, mereka bisa menjual di bawah harga patokan yang biasa diambil pedagang lokal dari juragan atau pemasok.

“Kami ambil dari juragan harga patokannya Rp 100 ribu per kilogram. Mereka jual di bawah Rp 100 ribu. Kami sebagai pengecer jelas kalah. Kami harus menunggu dagangan mereka habis dulu baru laku,” keluhnya.

Dampaknya, omzet pedagang lokal menurun drastis. Ulfa yang biasanya mampu menjual hingga 45 kilogram daging per hari, kini kesulitan mencapai angka tersebut. Ia bahkan mengaku harus menambah utang kepada juragan agar tetap bisa berjualan.

“Utang kami nambah karena dagangan tidak laku. Makanya kami berontak,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ira. Ia berharap ada penertiban dari dinas terkait agar distribusi daging lebih terkontrol dan tidak merugikan pedagang kecil.

Para pedagang mengaku telah melaporkan persoalan ini ke Dinas Peternakan melalui ketua paguyuban, Yono. Mereka berharap ada tindak lanjut agar seluruh pedagang dapat bersaing secara sehat.

“Harapan kami ada tindak lanjut. Kami hanya ingin semuanya berjalan adil,” pungkas Ulfa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.