KabarBaik.co – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan konsolidasi pemenangan bakal pasangan calon (bapaslon) Setyo Wahono-Nurul Azizah, Sabtu (21/9). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pengurus anak cabang (PAC) dan ranting PKB.
Rapat besar dan konsolidasi internal PKB ini dibagi ke dalam dua tempat. Tempat pertama di gedung serbaguna Jalan KH. Mansyur 09 Bojonegoro yang diikuti 1.500 orang dari 15 PAC dan ranting wilayah timur dimulai sejak pukul 09.00 WIB sampai selesai. Tempat kedua berada di Gedung Islamic Centre, Jalan Panglima Polim 45 Bojonegoro.
Acara kedua diawali pada pukul 13.00 WIB dan diikuti 13 PAC dan ranting wilayah barat sebanyak 1.000 peserta. Hadir dalam perhelatan akbar ini Ketua dan Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Fauzan Fuadi dan Abdulloh Umar. Hadir pula Ketua Dewan Syuro PKB Bojonegoro, KH. Soqib Soim beserta 13 anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro.
Sekretaris DPC PKB Abdulloh Umar menyampaikan, keputusan mengusung cabup-cawabup Setyo Wahono-Nurul Azizah telah melalui proses yang ketat dan panjang. Tidak tiba-tiba dan tidak pula menghalalkan segala cara.
“Jadi, ketika DPP memutuskan mengusung Mas Wahono dan Bu Nurul, ini prosesnya alamiah. Tidak ada istilah yang menjatuhkan satu sama lain, sehingga DPP menginstruksikan kepada seluruh pengurus mulai dari DPC, DPAC, Ranting, kader, dan simpatisan untuk memenangkan Wahono-Nurul,” jelas Abdulloh Umar.
Ketua Dewan Syuro PKB Bojonegoro, KH. Soqib Soim memberikan arahan kepada seluruh peserta bahwa Setyo Wahono adalah tokoh yang akan menjadi pemimpin menggantikan Anna Mu’awanah. “Saya berpesan, jika yang dijalankan Pak Wahono nanti sesuai program yang telah ditentukan, insya Allah barokah sampai akhir jabatan,” ujar pengasuh Ponpes Nurul Falah itu.
Ketua DPC PKB Bojonegoro, Fauzan Fuadi meminta seluruh jajaran yang hadir agar sepulang dari konsolidasi segera langsung mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keputusan DPP bahwa cabup dan cawabup PKB adalah Setyo Wahono-Nurul Azizah. “Surat Keputusan dari DPP ini sudah final dan mengikat, bantu meningkatkan tingkat keterpilihan Mas Wahono dan Bu Nurul Azizah,” tuturnya.
Fauzan mengungkapkan bahwa PKB Bojonegoro setidaknya sudah memiliki modal kurang lebih sekira 200 ribu suara. Selain itu, kepada seluruh kader ditegaskan bahwa PKB tidak ada strategi belok kanan belok kiri. “Kalau ada siapapun yang misalnya belum mengikuti keputusan partai ini, silakan yang bersangkutan disampaikan ke DPC untuk dilakukan tindakan-tindakan pendisiplinan,” tegas Fauzan.
Bacabup Setyo Wahono memaparkan tentang tagline ’Bojonegoro Makmur dan Membanggakan’. Diawali dengan menukil data besaran APBD Bojonegoro yang mencapai Rp 8,2 triliun. Dia menyebut postur anggaran pendapatan dalam APBD paling besar masih ditopang pendaparan transfer dari dana bagi hasil (DBH) migas.
Sedangkan, pada sisi pendapatan asli daerah (PAD) baru berkisar Rp 900 miliar. Karena itu, bisa dibayangkan jika sewaktu-waktu minyak tak lagi diproduksi dan tidak lagi mendapat DBH migas, maka kemungkinan besar Bojonegoro tak bakal bisa membangun. ”Sebab pendapatan yang dimiliki Bojonegoro akan habis hanya untuk anggaran belanja rutin. Oleh sebab itu jangan sampai hal itu terjadi,” tegas Wahono.
Wahono mengatakan, arah pembangunan selama lima tahun terakhir di Bojonegoro hanya berkutat untuk popularitas pemimpinnya. Belum menyentuh pada peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan. “Nanti insya Allah semua akan kami top up (tingkatkan) kualitas sumber daya manusianya, dimulai dari kualitas pendidikan, honor pendidik, pendidikan pesantren, sampai kepada peningkatan kesejahteraan menyesuaikan anggaran yang ada,” tandas Wahono. (*)







