Rumah Hantu Darmo: Pembunuhan Satu Keluarga yang Ceritanya Diangkat ke Layar Lebar

oleh -3354 Dilihat
Foto Pinterest

KabarBaik.co- Surabaya adalah tempat yang banyak meninggalkan cerita, mulai dari cerita penjajahan belanda hingga masuknya islam di Surabaya. Bukan hanya itu saja, ternyata di Surabaya ada urban legend yang sering kita dengar dari teman. Salah satu urban legend yang terkenal di Surabaya ialah “Rumah Hantu Darmo”. Apakah kalian pernah mendengar urban legend ini? Kalau belum, mimin akan membeberkan kenapa kok rumah hantu darmo bisa menjadi urgen legend. Yuk simak berikut ini

Rumah besar yang beralamat di Jalan Puncak Permai II no 26 Tanjungsari, Kec. Sukomanunggal, Surabaya. Rumah yang dibangun pada tahun 1920-an ini dulunya milik keluarga kaya raya. Namun ditahun 1980-an ditinggal oleh pemiliknya. Sejak ditinggal pemiliknya rumah ini menjadi rumah yang penuh dengan misteri.

Sudah banyak orang yang melaporkan adanya beberapa kejadian yang diluar akal sehat manusia. Dari tangisan bayi dimalam hari, hingga munculnya penampakan-penampakan yang kerap menampakan diri ke warga sekitar rumah tersebut. Banyak orang yang menyebut rumah itu menjadi horror karena sang pemilik rumah melakukan pesugihan.

Awalnya mereka memang nyaris tidak pernah absen untuk memberi tumbal sesuai kesepakatan. Tetapi, lama-kelamaan mereka mulai mengganti tumbal manusia dengan hewan sehingga tidak sesuai kesepakatan.

Si demit pesugihan kemudian memberi peringatan kepada keluarga tersebut. Apabila di malam selanjutnya tidak ada tumbal manusia, maka mereka sekeluarga akan mendapat petaka. Kemudian, demikianlah yang terjadi. Keluarga itu tidak bisa memberi tumbal manusia lagi sehingga akhirnya tewas di tangan pesugihan mereka sendiri.

Suatu ketika, sebagian anggota keluarga itu melakukan perjalanan menggunakan kapal laut, di tengah perjalanan kapal yang mereka gunakan mengalami kecelakaan dan tenggelam secara misterius. Kabarnya sampai saat ini, kapal tersebut tidak ditemukan. Dilain sisi, terdapat 2 orang anggota keluarga yang tidak ikut dalam perjalanan laut itu.

Kedua orang itu yaitu 1 bayi dengan 1 pembantu rumah tangga, mereka sempat tinggal beberapa waktu di rumah mewah itu sebelum akhirnya diceritakan meninggal dunia.

Beberapa tahun kemudian setelah yang punya rumah meninggal, ada sekeluarga mendiami rumah tersebut. Sayangnya beberapa bulan setelahnya nasib buruk menimpanya. Disuatu malam satu suro ada beberapa perampok yang ingin merampok rumah itu. Perampok yang sadis pun membantai keluarga yang mendiami rumah megah itu. Sejak saat itu tidak ad alai yang berani untuk mendiami rumah tersebut.

Bukan hanya dikenal dikalangan masyarakat Surabaya saja , tapi dikenal ke semluruh Indonesia karena ditahun 2014 rumah hantu darmo diangkat ke layar lebar dengan judul “Malam Suro di Rumah Darmo”. Film yang disutradarai oleh Eka Katili ini mengklaim bahwa filmnya diangkat dari cerita nyata. Eka pun menjelaskan kenapa filmnya diberi judul “Malam Suro di Rumah Darmo”, karena adanya satu keluarga tenggelam di laut dan pembunuhan yang kejadiannya tepat pada saat malam suro.

Dibeberapa tahun terakhir banyak sekali content creator yang membuat konten horror di rumah hantu darmo. Bagi sebagian orang, pengalaman di Rumah Hantu Darmo menjadi lebih nyata dan mencekam setelah matahari terbenam.

Suasana malam di sekitar rumah ini terasa lebih gelap dan mencekam, menambahkan kesan horor bagi para pengunjung yang berani menjelajahinya.

Namun, beberapa skeptis menganggap cerita-cerita ini hanya hasil imajinasi yang berlebihan atau mungkin sekadar upaya untuk menarik perhatian. Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa Rumah Hantu Darmo telah menjadi bagian dari warisan budaya Surabaya yang menyimpan sisi gelap yang mengundang rasa penasaran.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Prabangasta Restu Rendra
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.