Rupiah Anjlok, Daya Beli Warga Blitar Menurun

oleh -145 Dilihat
Pembeli Pasar Templek Kota Blitar. (Calvin BT)
Pembeli Pasar Templek Kota Blitar. (Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Meski hingga kini belum terlihat dampak signifikan di pasar tradisional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mulai memetakan sejumlah komoditas yang dinilai rentan terdampak.

Kepala Disperindag Kota Blitar Parminto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional dengan menemui pedagang dan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.

“Hasil pemantauan lapangan, sampai saat ini belum terlihat dampak langsung melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di pasar tradisional Kota Blitar,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Meski demikian, Disperindag mulai mengelompokkan potensi dampak pelemahan rupiah dalam dua klaster. Klaster pertama yakni komoditas yang terdampak langsung karena bergantung pada bahan impor seperti gandum, kedelai, dan bawang putih.

Sedangkan klaster kedua merupakan komoditas yang terdampak tidak langsung akibat rantai pasok dan biaya produksi, seperti daging ayam dan telur yang bergantung pada pakan berbahan impor.

“Karena ini dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia, kami mencoba memetakan potensi dampak ikutannya di Kota Blitar melalui pemantauan pasar secara rutin,” ujarnya.

Selain memantau harga, Disperindag juga melihat adanya penurunan aktivitas jual beli di pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat serta perubahan pola belanja warga.

“Memang terlihat geliat belanja di pasar tradisional mulai menurun. Selain daya beli masyarakat yang turun, sekarang banyak warga memilih belanja lewat bakul ethek atau swalayan,” tambahnya.

Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemkot Blitar berencana menggelar operasi pasar bersama Bulog.

“Kami akan melaksanakan operasi pasar dan bekerja sama dengan Bulog, seperti beras SPHP dan MinyaKita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah pada 23 Mei 2026 tembus Rp 17.704 per dolar AS.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.