KabarBaik.co, Nganjuk – Kepedulian Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi terhadap infrastruktur dan perekonomian masyarakat tercermin nyata. Usai menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Banjaranyar, Tanjunganom, Bupai Marhaen mendadak menghentikan laju mobilnya saat melintas menuju lokasi berikutnya di Kecamatan Ngronggot.
Bupati Marhaen menghentikan mobilnya setelah melihat kondisi akses jalan yang rusak parah di Desa Banjaranyar. Tanpa ragu, Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati dari PDI Perjuangan ini memerintahkan sopir untuk menghentikan mobil di pinggir jalan.
Tanpa pengawalan formal, ia langsung turun dari mobil untuk meninjau titik kerusakan secara langsung, memeriksa setiap bagian aspal yang berlubang dan sudah tidak layak digunakan oleh warga.
“Kemarin saat sedang dalam perjalanan dinas menuju Ngronggot, saya melihat kondisi jalan yang jelas tidak layak. Saya langsung suruh mobil dihentikan karena tidak bisa saya abaikan, jalan bukan hanya sarana mobilitas, tetapi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Kang Marhaen, Sabtu (31/1)
Ia menjelaskan bahwa setelah memeriksa secara cermat, panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai kurang lebih 1 kilometer. Bukan hanya masalah kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, Bupati menekankan bahwa kondisi jalan yang buruk juga menjadi beban berat bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Saat saya melihat lubang-lubang besar di jalan ini, saya langsung berpikir tentang petani yang harus mengangkut hasil panen dengan sepeda motor atau gerobak, pedagang yang harus membawa barang dagangan ke pasar, dan anak-anak yang harus menghadapi jalan berbahaya setiap hari untuk pergi sekolah,” jelasnya.
Dalam pandangannya, kerusakan jalan yang tidak segera ditangani akan menghambat arus barang dan jasa antar kecamatan, sehingga berdampak pada daya saing produk lokal dan pendapatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang baik adalah investasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga Bumi Anjuk Ladang
“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Setiap lubang di jalan bisa jadi penghalang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Petani akan kesulitan menjual hasil panen dengan harga baik jika transportasinya terganggu, pedagang juga akan merugi karena barang bisa rusak saat perjalanan,” tandasnya.
Aksi spontan menghentikan mobil dalam perjalanan dinas ini menjadi bukti bahwa pengawasan infrastruktur dilakukan tidak hanya berdasarkan laporan resmi, tetapi melalui pemantauan langsung yang memperhatikan dampak nyata bagi kehidupan rakyat. Bupati Marhaen menegaskan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait agar perbaikan jalan masuk dalam prioritas utama.
“Saya akan segera menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Perbaikan harus segera dilakukan, bukan hanya untuk kenyamanan berlalu lintas, tetapi juga untuk memastikan bahwa rantai ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar. Kita tidak bisa biarkan infrastruktur yang buruk menghambat kemajuan kita,” tegasnya
Komitmen hadir di tengah rakyat yang dijalankan Pemkab Nganjuk semakin terasa dengan perhatian mendalam terhadap hubungan antara infrastruktur dan ekonomi. Setiap langkah untuk memperbaiki jalan, termasuk dengan menghentikan mobil secara mendadak dalam perjalanan dinas adalah langkah nyata untuk membuka peluang kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)






