KabarBaik.co, Nganjuk – Jalan di Nganjuk yang seharusnya menjadi tulang punggung mobilitas dan pembangunan daerah, kini seringkali mengalami kerusakan prematur akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari sebagian pengusaha dan pengemudi truk pengangkut material berat.
Menanggapi hal ini, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengambil sikap tegas dengan langsung melakukan penertiban terhadap truk bertonase berlebih, sekaligus menegur armada pengangkut batu, pasir, dan tanah uruk yang tidak menutupi bak kendaraan dengan terpal.
Di beberapa titik jalan utama dan sekunder di Nganjuk, kondisi permukaan jalan yang seharusnya awet hingga beberapa tahun ke depan, justru mengalami keretakan, lubang, dan kerusakan struktural dalam waktu singkat.
Setelah melakukan pemeriksaan mendalam bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ditemukan bahwa penyebab utama masalah ini adalah muatan berlebih yang dibawa oleh truk pengangkut material seperti batu, pasir, dan tanah uruk.
“Saya sudah tidak bisa diam lagi melihat jalan-jalan kita rusak hanya karena beberapa pihak mengutamakan keuntungan pribadi tanpa memikirkan kepentingan bersama. Truk yang membawa muatan jauh di atas batas tonase yang ditetapkan bukan hanya merusak jalan yang dibangun dengan biaya rakyat yang tidak sedikit, tapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegas Bupati Marhaen, Jumat (30/1)
Bupati Marhaen menjelaskan bahwa setiap jalan memiliki kapasitas muatan maksimum yang ditentukan berdasarkan struktur dan material pembangunannya. Muatan berlebih yang terus-menerus menghantui jalan akan membuat struktur aspal atau beton menjadi tidak stabil dan mudah rusak.
“Biaya perbaikan jalan yang kita keluarkan setiap tahun bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, dana yang seharusnya bisa kita gunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya,” tambahnya.
Selain muatan berlebih, Bupati juga menyoroti masalah tumpahan material dari truk yang tidak menutupi bak kendaraan dengan terpal. Tanah uruk, pasir, atau batu yang jatuh ke permukaan jalan membuat jalan menjadi licin, terutama saat cuaca lembap atau setelah hujan, kondisi yang sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda.
“Banyak kecelakaan yang terjadi karena pengguna jalan tidak menyadari permukaan jalan sudah licin akibat tumpahan material dari truk. Bahkan beberapa kasus menyebabkan korban luka-luka berat dan kerusakan kendaraan. Ini adalah masalah yang tidak bisa kita abaikan,” ujar Bupati Marhaen.
Bupati Marhaen bahkan langsung menegur beberapa pengemudi truk yang tidak menggunakan terpal saat mengangkut tanah uruk dari lokasi proyek konstruksi ke tempat pembuangan.
“Saya tidak hanya memberikan teguran, tapi juga akan memberlakukan sanksi tegas bagi pelanggar. Kita sudah memberikan pemahaman berkali-kali, namun masih ada yang mengabaikannya,” jelasnya dengan nada tegas.
Untuk mengatasi masalah ini, Bupati telah menginstruksikan beberapa langkah konkret kepada dinas terkait, antara lain, Peningkatan patroli dan penertiban di titik-titik strategis yang sering dilalui truk pengangkut material berat
Pemasangan timbangan muatan sementara di beberapa lokasi untuk memeriksa tonase truk. Pemberian sanksi administratif dan denda kepada pelanggar peraturan dan Pembinaan dan penyuluhan kepada pengusaha konstruksi dan pengemudi truk tentang pentingnya mematuhi peraturan pengangkutan material
“Kita tidak hanya mengambil tindakan tegas, tapi juga memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha. Kami memahami bahwa industri konstruksi sangat penting bagi pembangunan daerah, namun harus dilakukan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Marhaen.
Bupati Marhaen mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari pengusaha konstruksi, pengemudi truk, hingga masyarakat umum, untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian jalan di Kabupaten Nganjuk.
“Jalan adalah aset publik yang harus kita jaga bersama. Tanpa jalan yang baik, mobilitas masyarakat akan terganggu dan pembangunan daerah akan terhambat,” jelasnya
Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk Suharono yang turut hadir menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan instruksi Bupati dengan maksimal.
“Kami akan bekerja sama dengan Satpol PP, Polisi Lalu Lintas, dan dinas terkait untuk melakukan penertiban yang konsisten,” katanya.
Dengan sikap tegas dan langkah konkret yang diambil, diharapkan kerusakan jalan di Nganjuk dapat diminimalkan, serta keselamatan pengguna jalan semakin terjamin. (*)






