KabarBaik.co, Semarang — Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan kawasan Bali–Nusa Tenggara (Bali–Nusra) harus menjadi kekuatan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, hingga transisi energi berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem Semarang, Selasa (12/5).
Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan antarprovinsi anggota FKD MPU untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya pada sektor pangan, energi, dan konektivitas kawasan.
Kegiatan dibuka melalui arahan Wakil Presiden RI yang disampaikan secara virtual. Dalam arahannya, Wapres menekankan wilayah anggota FKD MPU memiliki posisi strategis karena dihuni sekitar 183 juta jiwa dan menyumbang lebih dari 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional.
“Presiden menginstruksikan percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan nasional. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dan inovatif,” tegas Wapres.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wagub NTB memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemprov NTB dalam memperkuat kawasan Bali–Nusra yang meliputi Bali, NTB, dan NTT. Menurutnya, NTB memiliki kapasitas besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, termasuk di sektor peternakan dan perikanan.
“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujar Indah.
Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui potensi pertambangan serta keberadaan fasilitas smelter milik Amman Mineral.
Indah menegaskan kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, melainkan harus memiliki arah, target, dan implementasi yang jelas.
Karena itu, Pemprov NTB bersama daerah di kawasan Bali–Nusra mulai melibatkan perguruan tinggi dan akademisi untuk memetakan potensi energi terbarukan dan sumber daya strategis daerah.
“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” kata Indah. (*)






