KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berkomitmen penuh menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Jember musim haji tahun 2026. Sinergi lintas sektor telah dimatangkan untuk menyambut kepulangan para tamu Allah dari Tanah Suci.
Dari total 2.953 jemaah yang berangkat tahun ini, tercatat empat jemaah wafat di Arab Saudi. Dengan demikian, jemaah haji Jember yang kembali ke tanah air adalah sebanyak 2.949 orang.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember Nurul Hafid Yasin, memaparkan bahwa pemulangan jemaah haji Jember terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Proses ini sebenarnya sudah bergulir secara bertahap sejak 10 Juni 2026 melalui Kloter 37 (kloter gabungan).
Sementara itu, untuk kloter murni Kabupaten Jember (Kloter 90 hingga Kloter 98) mulai dipulangkan pada 25 Juni 2026.
“Hingga akhir Juni ini, pemulangan terus berjalan sesuai jadwal. Kloter murni terakhir dijadwalkan mendarat pada 29 Juni 2026, yang kemudian akan diikuti oleh kepulangan jemaah di kloter gabungan berikutnya,” ujar Nurul Hafid Yasin.
Untuk mengantisipasi barang bawaan jemaah yang meningkat di fase kepulangan, Pemkab Jember menambah jumlah armada transportasi dibandingkan saat pemberangkatan.
Sebanyak 101 unit bus dikerahkan untuk melayani kloter besar, ditambah 11 unit bus untuk jemaah kloter gabungan. Peningkatan jumlah bus ini bertujuan agar koper besar dan air zam-zam milik jemaah dapat terangkut dengan aman bersama penumpangnya.
Selain transportasi, Pemkab Jember juga memanjakan jemaah dengan memfasilitasi
tenagq angkut barang (porter) gratis di Asrama Haji Sukolilo dan penyediaan konsumsi siap saji sebelum jemaah menempuh perjalanan darat ke Jember.
Begitu memasuki wilayah Kabupaten Jember, para jemaah akan diarahkan ke 16 titik penurunan yang tersebar di berbagai wilayah.
Penentuan lokasi ini didasarkan pada sebaran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta hasil kesepakatan bersama pihak keluarga.
“Kami ingin memastikan seluruh jamaah bisa kembali ke pelukan keluarga masing-masing dalam kondisi sehat, aman, dan nyaman, serta membawa predikat haji yang mabrur,” pungkas Nurul Hafid.
Melalui pelayanan publik yang optimal ini, Pemkab Jember berharap seluruh rangkaian pemulangan haji 2026 dapat tuntas tanpa kendala berarti hingga kloter terakhir tiba di daerah asal.(*)






