KabarBaik.co, Jember – Estafet kepemimpinan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember resmi berganti. Aris Budiman kini sah menjabat sebagai Kepala OJK Jember menggantikan posisi Muhammad Mufid.
Prosesi pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono, serta dihadiri oleh para kepala daerah dan pemangku kepentingan dari wilayah Sekarkijang (Eks-Keresidenan Besuki dan sekitarnya).
Dicky menyamakan momentum pelantikan ini seperti mengenalkan ‘pengantin baru’ kepada pihak keluarga, dengan harapan kepemimpinan Aris Budiman mendapat sokongan penuh dari pemerintah daerah setempat.
“Hari ini Mas Aris resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Jember. Kami menitipkan amanah ini kepada para kepala daerah selaku pemilik wilayah,” ujar Dicky, Sabtu (27/6).
Dicky menggarisbawahi bahwa tantangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ke depan akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, sinergi yang solid antara OJK, pemda, dan sektor industri keuangan mutlak diperlukan.
Terlebih lagi, kawasan Sekarkijang mencatatkan performa ekonomi yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Potensi besar inilah yang harus direspons cepat oleh sektor perbankan.
Hingga April 2026, OJK mencatat penyaluran kredit perbankan di wilayah Sekarkijang telah menembus angka Rp62,80 triliun. Di sisi lain, pasar modal juga bergeliat seiring melonjaknya jumlah investor yang tumbuh di atas 62 persen.
“Sektor perbankan harus jeli melihat peluang. Kami bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menggali dan mendorong potensi pembiayaan baru,” tambahnya.
Bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, OJK juga menaruh perhatian ekstra pada isu perlindungan konsumen di era digital. Maraknya judi online (judol) serta pinjaman online (pinjol) ilegal kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Dicky mengingatkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman risiko yang baik oleh masyarakat. Untuk membendung masalah ini, OJK tidak bisa bergerak sendirian.
Sebagai langkah konkret, OJK dalam waktu dekat bakal merilis Aplikasi 157. Platform ini dirancang khusus agar masyarakat bisa melacak dan memverifikasi nomor telepon, tautan (link), hingga nomor rekening yang terindikasi melakukan penipuan digital.
“Meningkatkan literasi keuangan dan membentengi masyarakat dari penipuan digital membutuhkan kerja sama erat dengan seluruh pemerintah daerah,” tegas Dicky.
Dicky juga menyampaikan harapannya agar Aris Budiman mampu mempertahankan performa positif yang telah dirintis oleh Muhammad Mufid, dengan tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan integritas.(*)






