Gegara Asfiksia, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Sekretaris PRKP Bangkalan

oleh -414 Dilihat
Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini saat memberikan penjelasan. (Foto: Ist)
Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini saat memberikan penjelasan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Teka-teki kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, mulai menemui titik terang. Hasil autopsi sementara mengungkap korban diduga mengalami asfiksia atau kekurangan oksigen sebelum meninggal dunia.

Temuan ini memunculkan dugaan korban mengalami hambatan pada saluran pernapasan, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan tim dokter menemukan sejumlah tanda khas asfiksia saat melakukan pemeriksaan.

“Ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata. Yang ketiga, ditemukan kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia,” jelasnya, Sabtu (27/6).

Pemeriksaan organ dalam turut memperkuat dugaan tersebut. Lidah, epiglotis, saluran napas atas hingga dinding lambung korban ditemukan berwarna merah kehitaman akibat kongesti atau pembendungan darah. Kondisi itu mengarah pada korban mengalami kekurangan oksigen sebelum mengembuskan napas terakhir.

Selain dugaan mati lemas, tim forensik juga menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga disebabkan benturan benda tumpul.

“Terkait pemeriksaan luar terhadap korban, ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” imbuhnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami apakah luka tersebut berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Tim dokter juga memastikan korban tidak sedang hamil. Perut yang tampak membesar dipastikan merupakan akibat proses pembusukan. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum autopsi dilakukan, sementara hasil swab vagina dinyatakan negatif dari jejak sperma.

Untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti, sejumlah sampel organ korban telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna menjalani uji toksikologi. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memastikan apakah asfiksia yang dialami korban terjadi akibat pengaruh zat tertentu, penyumbatan saluran napas, atau faktor lainnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.