Menelusuri Jejak Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan di Malang, Keluarga Sebut Sudah Lama Tinggalkan Dampit

oleh -136 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 04 at 4.07.43 PM
Rumah di Dampit, Kabupaten Malang, yang dulu pernah ditempati pria inisial E terduga pelaku pembunuhan Sekdin PRKP Bangkalan (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Ruly Yunis Setiawati, 50, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan masih terus berlangsung. Hingga memasuki hari ketujuh sejak korban ditemukan meninggal pada Rabu (1/7), aparat kepolisian belum mengungkap pelaku dalam perkara tersebut.

Di tengah proses penyelidikan, kuasa hukum keluarga korban mengungkap adanya rekaman video yang memperlihatkan korban bersama seorang pria berinisial E. Pria tersebut disebut sebagai sosok yang saat ini masih diduga berkaitan dengan kasus yang sedang didalami penyidik.

Menurut kuasa hukum, pria berinisial E diketahui pernah berdomisili di salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Pihak keluarga korban juga mengaku telah memperoleh petunjuk awal mengenai identitas pria tersebut.

Penelusuran di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, menemukan adanya seorang pria bernama E yang sesuai dengan identitas tersebut. Namun, warga menyebut pria itu sudah lama tidak tinggal di kawasan tersebut. E diketahui pernah bekerja di bidang konstruksi atau bangunan.

Salah seorang kerabat keluarga, AF, mengatakan E merupakan warga asal Lombok yang pernah menikah dengan anggota keluarganya bernama AT, yang saat ini bekerja di Dinas Peternakan Kabupaten Malang dan sudah berkeluarga lagi. Pernikahan tersebut (dengan E) telah berakhir sekitar tujuh tahun lalu dan keduanya tidak dikaruniai anak.

“Ada warga bernama E di sini, asalnya dari Lombok. Dulu pernah menikah dengan saudara saya, AT. Mereka sudah bercerai sekitar tujuh tahun lalu dan tidak memiliki anak,” ujar AF saat ditemui, Sabtu *4/7).

AF menjelaskan setelah perceraian, E tidak pernah lagi terlihat kembali ke Dampit. Sementara AT kini telah menikah kembali dengan seorang anggota kepolisian asal Lumajang dan menetap di Kecamatan Kepanjen.

Menurutnya, rumah yang dahulu ditempati E dan AT kini sudah tidak lagi dihuni. Status kepemilikan rumah tersebut masih menjadi milik keluarga besar, meski sepertinya saat ini telah difungsikan sebagai rumah kos.

AF mengaku tidak mengetahui keberadaan E saat ini. Ia juga menduga persoalan ekonomi menjadi salah satu penyebab perceraian antara E dan AT pada saat itu. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut hanya berdasarkan pengetahuannya sebagai anggota keluarga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menetapkan tersangka maupun mengonfirmasi keterkaitan pria berinisial E dengan kasus pembunuhan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.