Ratusan Warga Tanggul Serbu Pasar Murah, Telur Rp 20 Ribu dan Gula Rp 15 Ribu Ludes

oleh -232 Dilihat
Warga menyerbu pasar murah di Kecamatan Tanggul, Jember. (Foto: Ist)
Warga menyerbu pasar murah di Kecamatan Tanggul, Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Langkah konkret diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk menjaga daya beli sekaligus menstabilkan harga pangan di tingkat masyarakat. Melalui sinergi lintas instansi, Pemkab menggelar program Pasar Murah Terintegrasi di Balai Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, pada Rabu (1/7).

Acara ini langsung diserbu ratusan warga setempat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga miring. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman, bermutu, dan ramah di kantong masyarakat.

Uniknya, pasar murah ini tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga menjadi panggung bagi produk pertanian lokal dan pelaku UMKM agar bisa memperluas pasar mereka.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember, Welas Wahyu Widayanti, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan tingginya animo masyarakat. Menurutnya, antusiasme warga yang membeludak menjadi indikator kuat bahwa program ini memberikan dampak instan bagi dapur rumah tangga.

“Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kami melihat program ini benar-benar membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Welas.

Dalam pelaksanaannya, kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya
DKPP Kabupaten Jember, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DPTPH), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perum Bulog.

Di antara sekian banyak pilihan, stan milik DKPP menjadi pusat perhatian utama pengunjung. Penyebabnya adalah selisih harga yang cukup signifikan di bawah harga pasaran saat ini. Dua komoditas yang paling diburu adalah gula pasir, Rp 15.000 per kilogram serta telur ayam ras, Rp 20.000 per kilogram.

Selain berfungsi sebagai instrumen intervensi harga oleh pemerintah, pasar murah ini juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi bawah. Produk sayuran segar langsung dari petani lokal dan barang-barang hasil UMKM diberi ruang khusus agar lebih dikenal luas oleh publik.

Ke depan, drh. Welas Wahyu berharap kolaborasi solid antardinas ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pihaknya berencana melakukan evaluasi menyeluruh agar program serupa bisa menyasar wilayah lain yang membutuhkan.

“Kami akan melakukan evaluasi dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait untuk menentukan pelaksanaan pasar murah berikutnya. Harapannya, program ini dapat menjangkau lebih banyak desa sehingga manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.