KabarBaik.co, Jember – Aduan warga Semboro mengenai lonjakan harga bahan pokok lewat kanal Wadul Gus’e langsung membuahkan hasil. Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar pasar murah di Balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, pada Jumat (26/6).
Langkah taktis ini diambil demi menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban belanja dapur masyarakat.
Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, operasi pasar ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jember, Gus Fawait.
Begitu laporan warga masuk, pemerintah daerah segera berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti Bulog, PG Semboro, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, hingga Dinas Ketahanan Pangan untuk melakukan intervensi.
“Kami hadir untuk memotong jalur distribusi dengan mendekatkan harga produsen langsung ke tangan masyarakat. Hasilnya, warga bisa mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih miring,” jelas Ratno.
Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas pangan esensial dijual dengan potongan harga yang cukup signifikan,
Cabai Rawit, Rp20.000/kg (Harga normal pasar: ~Rp50.000/kg). Bawang Putih, Rp21.000/kg (Harga normal pasar: ~Rp35.000/kg). Minyak Goreng, Rp15.500/liter (Harga normal pasar: ~Rp18.000/liter)
Ratno menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari strategi makro Pemkab Jember untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Pihaknya berjanji akan terus memantau pergerakan harga di pasar dan siap menggelar operasi serupa jika mendapati lonjakan harga yang memberatkan warga.
Respons cepat ini menuai apresiasi dari warga setempat. Ajeng, salah satu warga Desa Semboro, mengaku sangat terbantu karena aspirasi keluarganya lewat kanal digital benar-benar didengar oleh pemerintah.
“Alhamdulillah, usulan kami lewat Wadul Gus’e langsung diwujudkan. Harganya betul-betul murah dan di bawah pasar. Ibu-ibu di sini senang sekali, semoga program seperti ini rutin diadakan,” ungkap Ajeng.
Melalui sinergi lintas sektor dan keterbukaan terhadap aduan publik, Pemkab Jember berharap stabilitas ekonomi di tingkat desa dapat terus terjaga dengan baik. (*)






