KabarBaik.co, Jember – Menanggapi adanya insiden kekisruhan yang terjadi di pasar Tanjung baru-baru ini, DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap pengelolaan retribusi pasar.
Langkah ini dinilai penting guna mengantisipasi adanya celah kebocoran atau penyelewengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember, Edy Cahyo Purnomo, Jumat (26/6).
Pria yang akrab disapa Ipung itu mengatakan, upaya Pemkab Jember yang saat ini tengah gencar mendorong peningkatan PAD, salah satunya melalui sektor retribusi pelayanan pasar. Namun, munculnya riak-riak persoalan di lapangan mengindikasikan adanya masalah yang harus segera disikapi secara serius.
“Kemarin Pemkab Jember sudah mendorong terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dari sektor retribusi. Maka dengan adanya kekisruhan ini, saya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait, yakni Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) untuk mengecek betul ke lapangan,” ujarnya kepada awakmedia.
Ipung menegaskan, Disperindag harus memastikan tidak ada praktik penyelewengan dalam pemungutan retribusi, khususnya di area pasar.
Munculnya gesekan atau insiden beberapa waktu lalu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa ada persoalan mendasar yang perlu dibenahi dalam sistem tata kelola tersebut.
“Evaluasi ini tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan secara menyeluruh di beberapa pasar tradisional yang menjadi sumber pemungutan retribusi di Kabupaten Jember,” ungkap Ipung.
Pihaknya juga meminta pemerintah daerah untuk tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya oknum yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau penyelewengan dana retribusi.
“Harus menyikapinya secara menyeluruh di beberapa pasar yang ada pungutan terkait retribusi. Serta harus menindak tegas, mana kalau ada penyelewengan, pemerintah harus menindak tegas para pelaku atau oknum-oknum yang melakukan penyelewengan itu agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.(*)






