KabarBaik.co, Sidoarjo – Hari pertama di bulan Juli 2026 diawali dengan kabar menggembirakan bagi warga Jatim. Cuaca cerah diprediksi mendominasi hampir seluruh wilayah sejak pagi hingga malam, sehingga aktivitas warga berpotensi berlangsung lebih nyaman tanpa gangguan cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Juanda untuk Rabu (1/7), sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Timur akan menikmati langit cerah. Kondisi tersebut diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, bersekolah, perjalanan antarkota, hingga kegiatan pertanian dan perdagangan.
Meski didominasi cuaca cerah, beberapa daerah masih berpotensi diselimuti kabut maupun udara kabur pada pagi hari. Bangkalan dan Ponorogo diprakirakan diawali kabut atau asap, sedangkan Banyuwangi, Pacitan, Tulungagung, serta Kota Kediri diprediksi mengalami udara kabur sebelum cuaca berangsur cerah memasuki siang hari.
Di wilayah dataran tinggi, perubahan cuaca diperkirakan sedikit lebih dinamis. Kota Batu misalnya, akan mengawali hari dengan cuaca cerah, kemudian berubah menjadi berawan hingga cerah berawan pada sore hari sebelum udara kembali kabur pada malam. Sementara Trenggalek diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan dan kembali berkabut pada penghujung hari.
Sementara itu, wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga seluruh wilayah Madura diprakirakan menikmati cuaca cerah sepanjang hari.
Suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 14 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 35 hingga 99 persen. Kecepatan angin umumnya berada di kisaran 2,9 sampai 23,5 kilometer per jam.
Cuaca yang bersahabat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memulai awal Juli dengan berbagai aktivitas produktif. Kendati demikian, warga tetap disarankan menjaga kondisi tubuh, mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan, serta terus memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer. (*)






