NTB Siapkan Jalur Pesawat Amfibi, Perkuat Konektivitas Pariwisata Bali–NTB–NTT

oleh -645 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 15 at 1.19.15 PM
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ahmad Ervan Anwar

KabarBaik co, Mataram– Pemprov NTB terus mendorong penguatan konektivitas antarwilayah sebagai kunci utama pengembangan sektor pariwisata. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah kerja sama pembangunan dan pengembangan bandar khusus pesawat amfibi (seaplane) yang akan menghubungkan destinasi di Bali, NTB hingga NTT.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Ahmad Ervan Anwar menegaskan konektivitas menjadi salah satu hal yang krusial dalam kerja sama regional Bali–NTB–NTT yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman di Labuan Bajo.

“Dinas Perhubungan Provinsi NTB memang fokus pada penguatan konektivitas dalam kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT. Ini penting untuk mendukung sektor pariwisata,” ujarnya, Rabu (15/4).

Menurutnya, kemudahan akses antarwilayah akan berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, sekaligus mempercepat pergerakan antar destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.

Sebagai bentuk inovasi, NTB menawarkan pengembangan jalur seaplane dengan rute Bali–Lombok–Sumbawa hingga Labuan Bajo. Nantinya, titik hub utama di NTB akan berlokasi di Bendungan Batujai, Lombok Tengah.

“NTB menawarkan pengembangan seaplane dengan rute Bali-NTB-NTT. Di NTB, hub berada di Bendungan Batujai yang saat ini masih dalam proses pengurusan perizinan oleh pihak mitra,” jelasnya.

Ervan menjelaskan seaplane memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan landasan pacu konvensional. Pesawat cukup menggunakan permukaan air dengan panjang sekitar 400 meter untuk lepas landas dan mendarat.

Konsep ini dinilai efektif untuk membuka akses ke berbagai destinasi wisata yang selama ini sulit dijangkau dengan cepat melalui jalur darat maupun laut.

“Ini untuk spot-spot wisata jarak pendek, sehingga wisatawan bisa mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat,” katanya.

Sejumlah kawasan wisata yang berpotensi terhubung melalui jalur ini antara lain gugusan Gili Tramena, kawasan Sekotong, Lombok Timur, hingga Teluk Saleh di Sumbawa.

Meski demikian, ia mengakui layanan ini menyasar segmen wisatawan premium yang memiliki keterbatasan waktu namun ingin menjelajahi banyak destinasi sekaligus.

“Sasarannya memang wisatawan premium, yang waktunya singkat tapi ingin mengunjungi banyak tempat,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan fasilitas di Bendungan Batujai masih dalam tahap pemenuhan perizinan, baik dari sisi transportasi udara maupun pemanfaatan ruang perairan. Pemerintah NTB menunggu proses tersebut rampung sebelum memperluas kerja sama dengan Bali dan NTT.

Selain pengembangan seaplane, Pemprov NTB juga tengah mendorong konektivitas laut melalui pengoperasian Dermaga Mandalika di kawasan KEK Mandalika. Dermaga ini direncanakan terhubung dengan KEK Sanur di Bali melalui layanan kapal cepat.

“Kita juga sedang kembangkan dermaga dari Sanur ke Mandalika. Proses perizinannya sudah masuk di Kementerian KKP,” terang Ervan.

Ia menegaskan, penguatan konektivitas tidak hanya bertumpu pada transportasi udara, tetapi juga integrasi moda darat dan laut. Pemerintah tetap mendorong dukungan subsidi, khususnya untuk transportasi umum, guna menjaga keterjangkauan layanan.

“Transportasi itu tidak bisa lepas dari subsidi. Bahkan di negara maju pun masih ada subsidi untuk menjaga keterjangkauan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.