KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk tengah mematangkan peta jalan pembangunan kesehatan untuk tahun 2026, dengan fokus utama pada akselerasi penurunan angka stunting dan perluasan akses layanan kesehatan melalui pembangunan infrastruktur baru.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemaparan Program Kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) yang digelar pada Senin (9/3) di Ruang Rapat Dinkes Nganjuk, dihadiri oleh berbagai unsur kepemimpinan daerah hingga tingkat kecamatan dan puskesmas.
“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan daerah. Saya minta seluruh jajaran bekerja secara terpadu agar setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program yang sudah dirancang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tepat sasaran, dan tepat waktu,” tegas Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam arahannya.
Sementara itu Wakil Bupati Nganjuk menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan pilar utama dalam membangun daerah, dengan instruksi untuk seluruh jajaran mulai dari tingkat dinas hingga puskesmas untuk bekerja secara terpadu guna memastikan efektivitas program.
“Harapannya Bapak-Bapak camat betul-betul mengetahui program yang ada di masing-masing dinas. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memperkuat pelayanan hingga ke tingkat desa,” ujar Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, yang akrab disapa Mas Handy.
Pelibatan para camat dalam rapat koordinasi ini merupakan bagian dari inovasi “Safari Lintas Dinas”, yang bertujuan agar pemangku wilayah di tingkat kecamatan memahami penuh program kesehatan yang akan berjalan. Mengenai isu stunting, Mas Handy juga menekankan pentingnya penguasaan data riil di lapangan untuk menjamin efektivitas intervensi.
“Program harus ada kalkulasinya. Kita harus tahu target kita berapa dan menghitungnya dari mana. Misalkan target kita turun ke 15%, kita harus tahu berapa jiwa yang harus diintervensi agar berhasil. Jangan sampai Kepala Puskesmas tidak tahu jumlah desa atau jumlah penduduk yang terkena stunting di wilayahnya,” cetusnya.
Wakil Bupati juga mengapresiasi keberhasilan Pemkab Nganjuk yang mendapatkan dana insentif sebesar Rp5,6 miliar dari hasil kinerja penurunan stunting sebelumnya. Dana ini diharapkan dapat memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil dan balita guna mencegah kasus stunting baru.
Sedangkan kepala Dinas Kesehatan Ngantuk dr Tien Farida Yani menyampaikan terkait Pembangunan Puskesmas Bagor tahun ini dirancang untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Bagor dan sekitarnya. “Kami ingin fasilitas kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau,” ungkap dr. Tien
dr. Tien memaparkan tren positif indikator kesehatan di Nganjuk tahun 2025, di mana usia harapan hidup melampaui target hingga 100,2%, dibarengi dengan peningkatan angka populasi bebas penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Menyongsong tahun 2026 kemarin, ditetapkan target baru yang lebih menantang, prevalensi stunting turun hingga 17,5%, usia harapan hidup meningkat menjadi 75,27%, serta pembangunan tahap pertama Puskesmas Bagor dengan fasilitas UGD 24 jam dan rawat jalan.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Nganjuk untuk menyatukan langkah menuju masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (*)






