Safari Ramadan di Beriri Jarak, Gubernur NTB Ajak Keseimbangan Sosial dan Lingkungan

oleh -50 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 28 at 14.16.24 1
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa ibadah puasa memiliki fungsi mendasar sebagai latihan menahan diri dan memperkuat kepedulian sosial. Hal itu disampaikannya saat Safari Ramadan di Masjid Syiarul Islam At Thayyibi, Desa Beriri Jarak, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (27/2).

Dalam tausiahnya, Gubernur mengutip makna kewajiban puasa sebagaimana juga diwajibkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa puasa adalah mekanisme ilahiah untuk membentuk karakter manusia.

“Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi latihan mengendalikan diri. Karena manusia ini makhluk yang terbatas, mudah tergoda, mudah berlebihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh unsur kehidupan pada dasarnya memiliki batas. Air terbatas, udara terbatas, harta pun terbatas. Karena itu, keseimbangan harus dijaga. Jika manusia melampaui batas, maka yang terjadi adalah kerusakan, baik kerusakan alam, sosial, maupun mental.

“Puasa melatih kita supaya tidak serakah, supaya tahu kapan harus berhenti,” katanya.

Gubernur juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di NTB, sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa puasa membangun empati. Dengan merasakan lapar dan dahaga, seseorang belajar memahami kondisi saudara-saudaranya yang hidup dalam kekurangan.

“Kalau kita mampu menahan diri, di situ lahir kepekaan untuk berbagi. Di situlah makna takwa itu tumbuh,” ungkapnya.

Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap penting, meskipun bukan satu-satunya prioritas. Jalan, jembatan, dan fasilitas publik merupakan prasyarat agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.

“Kita tidak boleh mengabaikan infrastruktur, karena tanpa akses yang baik, pertumbuhan akan terhambat,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan, pembangunan fisik harus dibarengi pembangunan karakter dan kesadaran sosial. Infrastruktur memang membuka konektivitas dan mempercepat mobilitas, tetapi tanpa penguatan nilai dan pengendalian diri, kemajuan bisa kehilangan arah.

Karena itu, menurutnya, keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan pembinaan batiniah menjadi kunci agar NTB tumbuh tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara moral dan spiritual.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.