KabarBaik.co – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Jombang. Setiap harinya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 372 ton, namun hanya 157 ton yang mampu ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Sekretaris DLH Jombang M. Amin Kurniawan menyebut pengelolaan terus dilakukan melalui berbagai program, termasuk bank sampah dan pemilahan.
Namun, ia mengakui jumlah sampah yang masuk masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penanganan yang tersedia.
“Kurang lebih 82 ton bisa direduksi lewat pemilahan dan program bank sampah. Tapi, hampir 290 ton per hari masih belum tertangani,” kata Amin, dalam keteranganya. Sabtu (27/9).
Amin menjelaskan sejak akhir 2024 lalu, landfill lama di TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo, resmi ditutup karena sudah penuh. Lahan seluas 4 hektare itu kini hanya menyisakan gundukan sampah yang ditumbuhi semak belukar.
Saat ini, pembuangan sampah dialihkan ke landfill baru yang berada di sisi barat area lama. Lahan seluas 4,5 hektare itu kini menjadi andalan utama DLH dalam menampung sampah dari seluruh wilayah Jombang.
Meski begitu, Amin mengingatkan bahwa TPA bukanlah solusi jangka panjang jika tidak dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam hal memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
“Kalau hanya mengandalkan TPA, bebannya akan semakin berat. Kuncinya ada pada pengurangan dari sumber, baik lewat bank sampah, kompos organik, maupun pengelolaan mandiri,” tegasnya.
Jumlah timbunan sampah di Jombang saat ini relatif masih sama dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang diperkirakan mencapai 1,4 juta jiwa.
DLH berharap, ke depan peran serta masyarakat bisa lebih maksimal agar volume sampah yang belum tertangani tidak semakin menumpuk dan membebani landfill baru. (*)






